Selasa 08 Oktober 2019, 16:37 WIB

Sebulan Perluasan Ganjil Genap, Dishub Klaim Berhasil Atasi Macet

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Sebulan Perluasan Ganjil Genap, Dishub Klaim Berhasil Atasi Macet

MI/Bary Fathahilah
Kendaraan memasuki kawasan pembatasan lalu lintas ganjil-genap di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (2/1).

 

KEBIJAKAN perluasan pembatasan lalu lintas kendaraan pribadi dengan sistem ganjil genap telah berlangsung selama satu bulan sejak diresmikan 9 September.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan kebijakan itu berhasil mengurangi kemacetan dan tingkat pencemaran udara di ibu kota. Hal itu dibuktikan melalui evaluasi kebijakan tersebut yang menyatakan angka kecepatan kendaraan bertambah di ruas-ruas jalan yang diberlakukan ganjil genap.

"Jadi selama sebulan kemarin untuk peningkatan jumlah penumpang angkutan umum 12% untuk Trans-Jakarta seluruh koridor. Kecepatan kendaraan bertambah dari 25 km per jam menjadi 28,5 km per jam," ungkapnya ketika dihubungi Media Indonesia, Selasa (8/10).

Di samping itu, dari sisi volume kendaraan, jumlah volume kendaraan yang melintas pun berkurang menjadi 29,58%. Angka ini meningkat dari evaluasi uji coba perluasan ganjil genap sebelumnya yang berlangsung pada 12 Agustus hingga 6 September.

Baca juga: Perluasan Ganjil Genap, Penumpang MRT Naik 12%

Saat itu, hasil uji coba memperlihatkan pengurangan volume kendaraan pribadi sebesar 25,14%.

"Kemudian volume lalu lintas penurunannya 29,58% hampir 30%. Ini saya pikir cukup berhasil ya jika dilihat dari penurunan jumlah kendaraan," jelasnya.

Dari sisi kualitas udara untuk PM 2,5 terjadi penurunan yang siginifikan untuk di Kelapa Gading rata-rata 22%.

Sementara itu, pihaknya hingga kini masih menghimpun data pelanggaran sebulan perluasan ganjil genap resmi diterapkan. Data itu akan dihimpun oleh Polda Metro Jaya.

Namun, menurut perkirannya, wilayah Jakarta Selatan menjadi wilayah yang memiliki pelanggar lalu lintas ganjil genap paling sedikit dibanding wilayah lainnya.

"Terlihat Lebak Bulus dan sekitarnya itu paling sedikit," ungkapnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More