Selasa 08 Oktober 2019, 16:00 WIB

Turbin tak Maksimal akibat Kemarau, Pasokan Listrik Tersendat

Benny Bastiandy | Nusantara
Turbin tak Maksimal akibat Kemarau, Pasokan Listrik Tersendat

Ilustrasi/Antara
Turbin air kurang berfungsi akibat kekeringan.

 

KEMARAU panjang hingga saat ini berdampak terhadap pasokan listrik bagi warga di Kampung Nagrak, Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pasalnya, ribuan warga di kampung tersebut masih mengandalkan turbin air sebagai sumber listrik.

"Hampir lima bulan terakhir bersamaan kemarau, pasokan listrik di Kampung Nagrak tidak normal karena debit air menyusut. Kondisi ini sangat berpengaruh karena turbin air tak beroperasi maksimal," kata tokoh setempat, Ewok, 51, Selasa (8/10).

Lokasi kampung tersebut relatif cukup jauh dari pusat ibu kota kecamatan. Lokasinya berada di kawasan Gunung Gayem. Menurut Ewok kondisi itu berpengaruh terhadap jangkauan listrik dari PLN.

"Ke kampung kami hingga saat ini belum tersentuh aliran listrik. Mungkin karena jaraknya cukup jauh, jadi sulit," terang dia.

Dulu, pernah ada program bantuan listrik masyarakat (linmar) dari pemerintah pusat. Namun, program itu sifatnya sementara karena hanya menggunakan accu (aki) dan mesin genset.

"Accu dan mesin gensetnya sudah banyak yang rusak. Makanya, warga secara swadaya membangun turbin air manual agar bisa menghasilkan listrik. Turbinnya dipasang di Sungai Cidaun," jelas Ewok.

Saat kondisi normal, kata dia, pasokan listrik bisa berjalan normal karena debit air stabil. Namun, saat kemarau panjang seperti sekarang, pasokan listrik tersendat.

"Turbin itu kan tergantung pasokan air. Kalau lancar, turbin bisa berjalan normal sehingga pasokan listrik lancar," ungkapnya.

Baca juga: PLN Tuntaskan Pemulihan Pasokan Listrik di Wamena

Kepala Desa Sapaat Suanda menyebutkan di Kampung Nagrak terdapat sebanyak 1.032 jiwa. Warga di daerah itu memanfaatkan turbin air untuk mendapat pasokan listrik.

"Pasokan listrik di Kampung Nagrak memang masih mengandalkan turbin air karena belum tersentuh jaringan listrik PLN. Warga di kampung itu cukup tertinggal dari sisi informasi karena pasokan listriknya tidak stabil," ucap Sapaat.

Sapaat mengaku sudah berupaya semaksimal mungkin mengajukan permohonan pasokan listrik. Pengajuannya tak hanya ke pemerintah kabupaten saja, tapi juga ke pemerintah provinsi dan pusat.

"Kami juga sudah mendatangi PLN meminta agar di Kampung Nagrak segera dibangun jaringan listrik. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Sebetulnya jaringannya sudah ada di wilayah terdekat di Kampung Ciparay. Jaraknya hanya sekitar 7 kilometer," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More