Selasa 08 Oktober 2019, 11:54 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Nduga

mediaindonesia.com | Humaniora
Kemensos Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Nduga

Istimewa/Kemensos
Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita berkunjung ke Wamena, Papua.

 

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) RI menyalurkan bantuan sosial untuk pengungsi dari Kabupaten Nduga yang yang tersebar di Kabupaten Nduga, Kabupaten Lanijaya, Kabupaten Jayawijaya, dan Kabupaten Mimika.

"Sebagaimana arahan Menteri Sosial Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita agar bantuan segera didistribusikan maka hari ini kami bertemu dengan perwakilan distrik dan warga Nduga untuk segera mengirimkan bantuan. Mereka menyampaikan bantuan yang mendesak saat ini adalah beras," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat usai bertemu dengan perwakilan warga Nduga di Gudang Logistik Kabupaten Nduga yang ada di Wamena, Senin (7/10).

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial mengatakan distrik yang rencananya menjadi titik distribusi adalah Wilayah Mbua (Distrik Mbuwa, Distrik Dal, Distrik Mbulmuyalma), Wilayah Yigi (Distrik Yigi, Distrik Nirkuri, Distrik Inikgal), Wilayah Mapenduma (Distrik Mapenduma dan Distrik Kegayem), Kabupaten Wamena, Kabupaten Lanijaya (Distrik Kuwayage), dan Kabupaten Mimika.

Bantuan yang saat ini ada di Gudang Kabupaten Nduga di Wamena merupakan bantuan tahap ketiga dari Kementerian Sosial.

"Kami atas nama pemerintah melalui Kementerian Sosial menyerahkan sejumlah bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi saudara-saudara kami warga Nduga yang tersebar di berbagai distrik. Semoga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat," kata Dirjen dalam serah terima bantuan secara simbolis dengan warga Nduga.

Harry Hikmat mengatakan bantuan untuk Nduga telah disalurkan ke Dinas Sosial Kabupaten Nduga terbagi dalam tiga tahap. Ia merinci, untuk bantuan tahap pertama berupa logistik makanan dan beras senilai Rp2,5 miliar.

Bantuan tahap kedua berupa paket perlengkapan terdiri dari seragam sekolah SD hingga SMA, perlengkapan bermain anak, perlengkapan belajar anak, perlengkapan olahraga, perlengkapan kelompok rentan lansia dan berkebutuhan khusus. Total bantuan tahap kedua adalah Rp740.449.000.

Sementara itu, bantuan tahap ketiga senilai Rp419.192.985 terdiri dari beras, makanan tambahan berupa ikan teri, garam, biskuit, susu, dan paket logistik  yang terdiri lauk pauk, makanan siap saji, sandang, dan makanan anak.

"Kami menyambut baik kedatangan perwakilan warga Nduga untuk melihat langsung bantuan yang akan mereka terima. Selanjutnya tim dari Dinas Sosial Kabupaten Nduga yang akan mengatur pengiriman bantuan disesuaikan dengan jadwal yang disepakati dengan warga Nduga," kata Harry Hikmat.

Sementara itu, saat ditemui di Gudang Logistik Kabupaten Nduga di Wamena, seorang warga Nduga bernama Pina mengatakan sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari Kementerian Sosial.

Ia mengaku datang ke gudang logistik untuk melihat langsung bantuan yang akan diberikan untuk warga di distriknya.

"Kami tetap menerima bantuan dari kementerian untuk masyarakat Nduga dan kami teruskan kepada mereka. Terima kasih," tutur Pina.

Dirjen menambahkan berseiring dengan pendistribusian bantuan tahap ketiga ini berjalan, Kementerian Sosial juga telah selesai memproses bantuan tahap keempat untuk Nduga.

"Sambil proses penyaluran bantuan tahap ketiga, sebagaimana perintah dari Bapak Menteri Sosial, bantuan tahap keempat untuk warga Nduga juga sudah siap disalurkan," terang Harry Hikmat.

Seperti diketahui konflik sosial di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua terjadi pada 1 Desember 2018 antara TNI/Polri dengan Kelompok Kriminal Bersenjata di Distrik Yal, Kabupaten Nduga.

Akibat konflik ini warga di Distrik Mbua, Yal, Yigi, Mapenduma, Nikuri, dan Mbulmu Yalma mengungsi. Kementerian Sosial mengirimkan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar meliputi sandang, pangan, makanan, dan layanan dukungan psikososial. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More