Selasa 08 Oktober 2019, 15:15 WIB

Carrie Lam Minta Warga Hong Kong Patuhi Aturan Soal Masker

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Carrie Lam Minta Warga Hong Kong Patuhi Aturan Soal Masker

AFP/Mohd RASFAN
Seorang demonstran Hong Kong mengenakan topeng Guy Fawkes

 

DI tengah kekhawatiran terkait larangan penggunaan masker atau penutup wajah, pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam, Selasa (7/10), mengatakan undang-undang darurat akan menuai masalah jika masyarakat menolak mematuhi hukum.

Berbicara selama konferensi pers, dia mengatakan "terlalu dini" untuk mengatakan larangan itu tidak efektif.

Dia menegaskan akan bekerja dengan polisi dan departemen layanan informasi untuk memungkinkan orang-orang seperti wartawan mengenakan masker tetapi tetap mematuhi hukum.

"Tapi tolong izinkan saya untuk menegaskan kembali bahwa kita sangat bangga Hong Kong menjadi kota yang menjunjung tinggi dan melindungi aturan hukum, salah satu komponen penting dari aturan hukum adalah masyarakat yang taat pada hukum," ujarnya.

"Kami butuh orang-orang Hong Kong yang menghormati hukum. Jadi, jika sebuah undang-undang telah diberlakukan tetapi masyarakat menolak mematuhi hukum maka tentu saja kami akan menghadapi masalah. Tetapi, saya mengharapkan akal sehat dan rasionalitas masyarakat Hong Kong bahwa ini adalah saatnya untuk mematuhi hukum," kata Lam.

Baca juga: Hong Kong Gelar Sidang Larangan Masker

Pemimpin Hong Kong menambahkan pemerintahannya tidak memiliki rencana untuk menggunakan kekuatan darurat untuk memberlakukan undang-undang lainnya.

Dia mengatakan Hong Kong bisa menangani situasi saat ini sendiri ketika kota bersiap menghadapi aksi demonstrasi lebih lanjut sepanjang pekan.

"Ini juga yang menjadi posisi pemerintah pusat (Beijing)--Hong Kong harus mengatasi masalahnya sendiri. Tetapi jika situasinya menjadi sangat buruk, tidak ada pilihan yang dapat dikesampingkan, jika kita ingin Hong Kong memiliki kesempatan lain," terang Lam.

Lam berbicara di sebuah konferensi pers setelah akhir pekan yang panjang diwarnai protes keras. Ribuan orang menentang kekuatan darurat era kolonial. Undang-undang darurat yang diberlakukan pada Sabtu (5/10) lalu tersebut melarang pemakaian masker atau penutup wajah.

Pada Jumat (4/10), Lam mengumumkan kekuatan darurat untuk pertama kalinya dalam lebih dari 50 tahun, suatu langkah dramatis yang dimaksudkan untuk memadamkan kekerasan di kota yang dikuasai Tiongkok itu.

Larangan masker wajah mulai berlaku Sabtu (5/10), di bawah undang-undang darurat yang memungkinkan pihak berwenang ‘membuat peraturan apa pun’ demi kepentingan umum, kata Lam.

Pada Senin (7/10) pagi, pengunjuk rasa Hong Kong yang ditangkap karena menentang larangan masker dihadirkan di pengadilan.

Seorang mahasiswa dan seorang perempuan berusia 38 tahun adalah dua orang pertama yang didakwa mengenakan masker secara ilegal. Para pendukung memenuhi ruang sidang, banyak yang mengenakan penutup wajah.

Kemudian pada hari yang sama, petugas polisi menembakkan gas air mata ke demonstran Hong Kong yang berkumpul di luar stasiun MTR Prince Edward di distrik Mong Kok. (Channel News Asia/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More