Selasa 08 Oktober 2019, 11:13 WIB

Presiden Irak Serukan Penghentian Eskalasi Protes

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Presiden Irak Serukan Penghentian Eskalasi Protes

AFP/Ahmad AL-Rubaye
Polisi idikerahkan untuk mengantisipasi demonstrasi antipemerintah di Kota Sadr, Irak.

 

PEMERINTAH Irak menyerukan, Senin (7/10) waktu setempat, para pihak untuk ‘menghentikan eskalasi’ dan mengusulkan dialog nasional dalam menanggapi hampir satu minggu protes antipemerintah yang telah menewaskan lebih dari 100 orang.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Presiden Irak Barham Saleh mengatakan mereka yang menyerang para demonstran dan pasukan keamanan selama demonstrasi massa yang meningkat menjadi kekerasan adalah ‘musuh rakyat’.

Pidatonya disampaikan beberapa jam setelah militer mengakui menggunakan ‘kekuatan berlebihan’ dalam berurusan dengan demonstran malam sebelumnya di timur ibu kota Baghdad.

"Kekuatan berlebihan di luar aturan penanganan telah digunakan dan kami telah mulai meminta pertanggungjawaban para perwira komandan yang melakukan tindakan salah ini," kata militer.

Perdana Menteri (PM) Adel Abdel Mahdi mengatakan pihaknya telah memerintahkan personel militer itu untuk diganti dengan unit polisi federal. Dinas intelijen akan membuka penyelidikan atas insiden di Kota Sadr yang berada di wilayah timur Baghdad.

Lebih dari 100 orang tewas dan 6.000 lainnya luka-luka di seluruh negeri sejak protes meletus Selasa pekan lalu, menurut Kementerian Dalam Negeri Irak.

Perdana menteri yang dikritik massa telah mengumumkan serangkaian reformasi untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan mencopot pejabat yang korup.

Dia menuduh ‘penyabot’ menyusup ke dalam aksi protes, sebuah klaim yang digaungkan oleh Hashsha al-Shaabi, sebuah jaringan kuat unit paramiliter yang sebagian besar Syiah dan pro-Iran. (AFP/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More