Selasa 08 Oktober 2019, 13:00 WIB

Akhir Bulan Ini, Dana Operasional PBB Habis

Willy Haryono | Internasional
Akhir Bulan Ini, Dana Operasional PBB Habis

AFP/Don Emmert
Sekjen PBB Antonio Guterres

 

SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres khawatir organisasi global yang dipimpinnya akan kehabisan uang pada akhir bulan ini.

Dalam sebuah surat yang dikirim kepada 37 ribu staf PBB dan telah dilihat AFP, Guterres mengatakan sejumlah langkah akan dilakukan untuk memastikan gaji dan tunjangan semua pegawai tetap dapat dibayarkan.

"Negara-negara anggota hanya membayar 70% dari total dana yang diperlukan untuk anggaran regular kita tahun ini," tulis Guterres, dilansir dari laman AFP, Selasa (8/10).

"Hal tersebut berujung pada defisit anggaran US$230 juta (setara Rp3,2 triliun) di akhir September. Sekarang, dana cadangan PBB terancam habis akhir bulan ini," lanjut dia.

Untuk memangkas anggaran, Guterres menyinggung mengenai penundaan sejumlah konferensi dan pertemuan serta pengurangan layanan.

Baca juga: Korut Ancam Dewan Keamanan PBB

Ia juga meminta para staf agar tidak melakukan perjalanan jika memang tidak diperlukan, serta mendorong penghematan energi di ruangan kerja masing-masing.

Tahun ini, Guterres telah meminta semua negara anggota PBB untuk meningkatkan kontribusi pendanaan untuk memangkas masalah perputaran uang internal. Seorang pejabat PBB mengatakan sejumlah negara anggota menolak permintaan Guterres.

"Tanggung jawab untuk kesehatan finansial kita pada akhirnya harus ditanggung semua negara anggota," sebut Guterres.

Tanpa memasukkan elemen misi penjaga perdamaian, anggaran operasional PBB periode 2018-2019 berkisar US$5,4 miliar (sekitar Rp70 triliun). Amerika Serikat, negara tempat berdirinya markas besar PBB, berkontribusi sebanyak 22%. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More