Selasa 08 Oktober 2019, 08:37 WIB

PM Belanda Akui Bahasa Indonesia Punya Makna Khusus Baginya

Antara | Internasional
PM Belanda Akui Bahasa Indonesia Punya Makna Khusus Baginya

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte (kiri) bersama Presiden Joko Widodo saat melakukan lawatan ke Indonesia

 

PERDANA Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan bahasa Indonesia memiliki makna khusus baginya. Hal itu karena kedua orangtuanya pernah menetap di Indonesia selama beberapa tahun sebelum dia lahir.

"Bahasa Indonesia memiliki makna khusus bagi saya. Masa kecil saya dipenuhi dengan ekspresi-ekspresi dalam bahasa yang indah ini," kata Rutte saat menyampaikan pidato di hadapan alumni universitas Belanda di Indonesia dan sejumlah pelaku bisnis dagang, di Erasmus Huis Jakarta, Senin (7/10) malam.  

Usai menyapa para tamu undangan dengan bahasa Indonesia, Rutte menjelaskan sengaja menggunakan bahasa Indonesia untuk menyapa para tamu karena merupakan bagian dari masa kecilnya bersama keluarga.

"Sebelum saya lahir, ibu dan ayah saya berada di Indonesia untuk waktu yang cukup lama hingga akhir 1950-an. Saya selalu tertarik dengan kisah-kisah tentang negara Anda," imbuhnya.

Baca juga: RI-Belanda Tingkatkan Kapasitas Petani Sawit

Tidak hanya itu, dia menyebut nasi goreng sebagai salah satu makanan yang paling dia gemari dan kerap disajikan ibunya

Rute juga mengatakan dia lahir dan tumbuh di Kota Den Haag yang dia anggap sebagai kota 'paling Indonesia' di Belanda.    

"Saya memiliki koneksi dengan Indonesia, negara Anda. Begitu pula ratusan dan ribuan orang di Belanda yang memiliki akar Indonesia," ujarnya.  

Acara networking night dengan tema connectivity itu merupakan rangkaian terakhir dari sejumlah kegiatan yang dilakukan Rutte dalam kunjungan satu hari, sebelum bertolak ke Australia dan Selandia Baru.

Sebelumnya, Rutte telah bertemu Presiden Joko Widodo di Bogor, berbicara dalam acara diskusi publik, dan meresmikan Kedubes Belanda di Jakarta yang telah rampung direnovasi.

Rutte telah mengunjungi Indonesia tiga kali sebagai Perdana Menteri Belanda, yakni pada 2013, 2016, dan 2019. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More