Selasa 08 Oktober 2019, 08:18 WIB

BMKG: Hujan Buatan Mengguyur Deras Kotawaringin Timur

Antara | Nusantara
BMKG: Hujan Buatan Mengguyur Deras Kotawaringin Timur

Antara
Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah duiguyur hujan deras setelah dilakukan teknologi modifikasi cuaca.

 

HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Kotawaringin Timur dan sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dalam sepekan terakhir, diyakini merupakan hasil modifikasi cuaca atau hujan buatan.    

"Lima hari terakhir sebagian besar wilayah Kotawaringin Timur juga terjadi hujan. Hujan yang terjadi di sebagian wilayah Kalteng merupakan kontribusi dari hujan buatan yang dilakukan di Palangka Raya," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Haji Asan Sampit Nur Setiawan di Sampit, Selasa (8/10).    

Nur Setiawan mengatakan, informasi yang diterimanya,
Minggu (6/10) siang dan sore, tim modifikasi cuaca di Palangka Raya kembali melakukan upaya pemicuan hujan buatan. Dua kali operasi itu dilakukan penyemaian garam di awan masing-masing 800 kg.        

Saat ini masa peralihan ditandai atmosfer yang mulai basah sehingga dengan sedikit penyemaian garam maka sudah bisa membentuk awan hujan yang signifikan. Hasilnya, hujan turun dengan deras dan dalam waktu cukup lama.  Kondisi ini sangat berbeda ketika terjadi puncak kemarau pada September lalu. Saat itu tim modifikasi cuaca menyemai tiga ton garam, namun tingkat keberhasilannya sangat kecil karena atmosfer cukup kering sehingga sulit terjadi pembentukan awan yang akan disemai menjadi hujan.    

"Curah hujan dua hari lalu 50 milimeter. Tadi malam di Sampit di atas 100 milimeter, termasuk hujan ekstrem yang cukup mampu memadamkan kebakaran lahan yang ada. Pagi kemarin 108,4 milimeter. Pantauan laporan bahwa hujan yang terjadi terasa asin. Makanya ini diyakini imbas modifikasi cuaca," lanjut Nur Setiawan.    

Dia memperkirakan, kawasan utara Kotawaringin Timur mulai memasuki musim hujan pada 10 Oktober. Satu minggu terakhir tren titik panas menurun sangat signifikan dan kualitas udara terus membaik.        

"Potensi kawasan selatan perlu diwaspadai karena kekeringan masih signifikan. Kebakaran diperkirakan belum padam 100%. Potensi kebakaran saat ini masuk kategori masih mudah terbakar di wilayah selatan," ujarnya.

baca juga: 6 Perusahaan Asing Tersangka Karhutla

Jumlah titik panas  selama karhurla di Kotawaringin Timur sebanyak 4.864 titik. Sebaran titik panas terbanyak ada di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Mentaya Hilir Selatan dan Seranau.  Pada puncak kemarau terjadi antara akhir Agustus hingga September lalu jumlah titik panas naik signifikan sampai 4.000 titik. (OL-3)


 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More