Selasa 08 Oktober 2019, 08:02 WIB

Berlari 50 Km Untuk Membangun Sarana Air Bersih di NTT

Ignas Kunda | Nusantara
Berlari 50 Km Untuk Membangun Sarana Air Bersih di NTT

MI/Ignas Kunda
Anak-anak di Flores, NTT harus berjalan kaki cukup jauh untuk mendapatkan air bersih.

 

SEKITAR  50 pelari dari dalam dan luar negeri akan mengikuti event lari melintasi Kabupaten Nagekeo dan Ende pada 19 Oktober 2019.  Sejumlah pelari ini akan menempuh jarak kurang lebih 57 km dengan melintasi perbukitan, savana, pegunungan dan pemukiman penduduk di dua kabupaten di pulau Flores, NTT itu.

Kegiatan yang bertajuk JelajahTimur–Run for Equality ini merupakan kegiatan marathon untuk amal (charity run) dengan target pengumpulan dana sebesar Rp300 juta. Dana ini akan digunakan untuk membangun sarana air bersih di dua desa yang mencakup sekitar 10 dusun di NTT.

Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia mengatakan Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) sebagai penggagas event ini, berharap dana yang terkumpul nantinya dapat membantu meningkatkan akses air bersih dan mendorong kesetaraan anak perempuan di NTT. Sebab, minimnya akses air bersih menjadi salah satu akar masalah ketidakadilan gender di propinsi ini.

"Tanggungjawab penyediaan air bersih bagi rumah tangga dibebankan kepada perempuan dan anak perempuan. Kondisi kering menyebabkan anak-anak perempuan tersebut harus menempuh perjalanan jauh ke sumber air terdekat. Kegiatan ini dilakukan pada pagi dan sore hari. Hal ini menyebabkan waktu belajar dan bermain mereka tersita. Selain itu,anak perempuan menghadapi resiko tinggi akibat minimnya perlindungan saat menempuh perjalanan ke lokasi sumber air yang jauh," kata Dini, Selasa (8/10).

Dini melanjutkan salah satu anak dampingan Plan Indonesia, Maria, harus berjalan 30 menit sampai 2 jam untuk mendapatkan air bersih. Dengan pengadaan sarana air bersih ini, lanjut Dini dapt meningkatkan akses air bersih dan sanitasi. Juga membantu mengurangi beban dan risiko bagi anak-anak perempuan.

"Dengan akses air bersih yang memadai, mereka tidak perlu kelelahan saat belajar di sekolah. Lalu, sanitasi dan kebersihan juga lebih terjaga misalnya saat menstruasi," pungkas Dini.

Tantangan ini turut disadari para pelari yang akan terlibat dalam Jelajah Timur – Run for Equality. Salah satunya pelari ultra-marathon, Carla Felany, yang antusias terlibat dalam kampanye kesetaraan bagi anak perempuan melalui kegiatan marathon ini.

"Sebagai pelari perempuan dan ibu dua orang anak, saya tergugah. Saya berharap anak-anak Indonesia bisa menjalani kehidupan dengan layak dan menggapai cita-citanya setinggi mungkin. Termasuk anak-anak perempuan di NTT agar mereka bisa lebih berdaya," ujar Carla.

baca juga: Karhutla Menurun, Petugas Tetap Siaga Patroli

Metode pengumpulan dana menggunakan crowdfunding. Para pelari ini akan mengumpulkan donasi dari publik yang memberikan dukungan untuk mereka di tautan portal kitabisa.com. Masyarakat juga dapat terlibat dalam Run for Equality dengan mengikuti virtual run, yaitu kegiatan berlari yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Kemudian jarak lari yang ditempuh dikumpulkan hingga target lari tertentu. Hasil pendaftaran melalui platform iluvrun akan menjadi donasi untuk pengadaan akses air bersih.

“Kami tidak bisa bergerak sendiri. Melalui Run for Equality ini kami mengajak publik untuk terlibat bersama-sama untuk pengadaan akses air bersih di NTT," pungkas Dini. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More