Selasa 08 Oktober 2019, 04:00 WIB

Korban Demonstrasi Irak 104 Jiwa

Melalusa Susthira K | Internasional
Korban Demonstrasi Irak 104 Jiwa

AHMAD AL-RUBAYE / AFP
Korban tewas dalam demonstrasi yang telah berlangsung selama sepekan di Irak terus bertambah.

 

KORBAN tewas dalam demonstrasi yang telah berlangsung selama sepekan di Irak terus bertambah. Pada Minggu (6/10), demonstrasi yang berlangsung di ibu kota Irak, Baghdad, kembali menelan korban jiwa sebanyak 13 orang.

Jumlah tersebut menambah tingginya angka korban tewas dalam demonstrasi antipemerintah yang telah mencapai lebih dari 100 jiwa.

Dalam pernyataan resmi­nya pada Minggu (6/10), juru bicara Kementerian Dalam Negeri Irak, Saad Maan, menyebutkan 104 orang tewas, di antaranya 8 aparat keamanan Irak. Sementara itu, sebanyak 6.000 orang lainnya terluka dalam demonstrasi yang sudah berlangsung selama sepekan tersebut.

Maan mengatakan penyelidikan tengah dilakukan untuk mencari siapa dalang utama di balik tragedi keke­rasan yang korban jiwa terbanyak saat demonstrasi di Baghdad pada Jumat (4/10). Ia menuturkan sebagian besar dari mereka yang tewas pada Jumat lalu terkena tembakan di bagian kepala dan jantung.

Pada hari yang sama, Maan juga mengatakan para peng­unjuk rasa telah membakar 51 bangunan umum dan delapan markas partai politik. Ia mengaku bahwa pasukan keamanan tidak menentang para demonstran dan mengata­kan bahwa ada ‘pasukan jahat’ yang menargetkan, baik para demonstran maupun aparat keamanan.

Namun, hal tersebut bertentangan dengan laporan dari demonstran dan jurnalis di tempat kejadian yang mengata­kan mereka menyaksikan langsung pasukan keamanan menembaki para demonstran. Beberapa demonstran mengatakan penembak jitu turut ambil bagian dalam membubarkan demonstrasi.

Adapun pada Sabtu (5/10) malam, Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengumumkan sejumlah langkah yang dirancang guna meredakan para demonstran, termasuk di antaranya pemberian tunjangan bagi peng­angguran, penyediaan perumahan dan lahan bersubsidi untuk masyarakat berpendapatan rendah.

Namun, para demonstran memilih untuk tetap turun ke jalan meskipun dalam jumlah yang lebih kecil pada Minggu (6/10). Ratusan orang berkumpul di jalan-jalan dekat Kota Sadr, yang terletak empat kilometer dari Tahrir Square di Baghdad menjadi titik pusat demonstrasi.

Kekuatan berlebihan

Militer Irak mengakui bahwa kekuatan berlebihan digunakan di sebuah distrik di Ibu Kota semalam, yakni protes massa menyebabkan bentrokan yang menurut petugas medis dan pasukan keamanan menyebabkan 13 orang tewas.

“Kekuatan berlebihan di luar aturan keterlibatan telah digunakan dan kami telah mulai meminta pertanggungjawaban para perwira komandan yang melakukan tindakan salah ini,” kata militer dalam sebuah pernyataan.

Demonstrasi awalnya me­mrotes maraknya korupsi oleh pejabat Irak, buruknya layanan publik, dan tingginya angka pengangguran telah berkembang luas menjadi seruan bagi pemerintah untuk mundur.

Demonstrasi didominasi kaum laki-laki. Aksi mereka tidak terkait dengan partai atau lembaga agama mana pun.

Pemerintah Irak telah secara resmi memutuskan mereka yang tewas dalam demonstrasi sebagai martir dan akan memberikan sejumlah tunjangan bagi keluarga mereka korban yang ditinggalkan. (AFP/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More