Selasa 08 Oktober 2019, 03:00 WIB

Tiga Peneliti Menangi Penghargaan Nobel Kedokteran

AFP/Uca/I-1 | Internasional
Tiga Peneliti Menangi Penghargaan Nobel Kedokteran

Jonathan NACKSTRAND / AFP
Komite Nobel Randall Johnson mengumumkan penghargaan Nobel Kedokteran 2019 di Karolinska Institute, Stockholm, Swedia, kemarin.

 

PENELITI asal Amerika Serikat William Kaelin dan Gregg Semenza, serta peneliti asal Inggris Peter Ratcliffe mendapat penghargaan Nobel Obat atas penemuannya tentang bagaimana sel dapat merasakan dan beradaptasi dengan perubahan kadar oksigen.

“Mereka menetapkan dasar bagi pemahaman kami tentang bagaimana kadar oksigen memengaruhi metabolisme seluler dan fungsi fisiologis,” ujar juri, Senin (7/10).

Penelitian mereka dinilai telah membuka jalan bagi strategi baru yang menjanjikan untuk memerangi anemia, kanker, dan banyak penyakit lainnya.

Juri mengatakan ketiganya telah mengidentifikasi mesin molekuler yang mengatur aktivitas gen dalam menanggapi berbagai variasi kadar oksigen, yang merupakan pusat dari sebagian besar penyakit.

“Upaya intens yang sedang berlangsung di laboratorium akademik dan perusahaan farmasi sekarang difokuskan pada pengembangan obat yang dapat merintangi berbagai penyakit dengan meng­aktifkan atau memblokir mesin pengindera oksigen,” terang juri.

William Kaelin bekerja di Institut Kedokteran Ho­ward Hughes di AS, sedangkan Gregg Semenza merupakan direktur Program Penelitian Vaskular di Institut John Hopkins untuk teknik sel.

Berbagi hadiah Nobel

Adapun Peter Ratcliffe merupakan direktur penelitian klinis di Francis Crick Institute London sekaligus direktur Target Discovery Institute di Oxford.

Ketiganya akan berbagi jumlah hadiah Nobel sebesar 9 juta kronor Swedia atau sekitar Rp12,8 miliar.

Mereka juga akan menerima hadiah dari Raja Swedia, Carl XVI Gustaf, pada upacara formal yang akan dilangsungkan di Stockholm pada 10 Desember mendatang, bertepatan dengan peringatan kematian ilmuwan Alfred Nobel pada 1896 yang meminta diberikannya penghargaan bagi seseorang yang berpengaruh dalam surat wasiatnya.

Adapun pada gelaran Nobel Kedokteran tahun lalu, penghargaan diberikan kepada ahli imunologi James Allison dari AS dan Tasuku Honjo dari Jepang karena telah berhasil memecahkan cara melepaskan rem sistem kekebalan tubuh untuk memungkinkan menyerang sel kanker lebih efisien.

Pemenang Nobel Fisika akan diumumkan pada Selasa (8/10), yang akan disusul dengan pengumuman Nobel Kimia pada Rabu (9/10).

Untuk Hadiah Fisika, harian Swedia DN menyarankan Ronald Hanson dari Belanda memenangkan karyanya dalam keterikatan kuantum. (AFP/Uca/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More