Senin 07 Oktober 2019, 23:45 WIB

Pengembang Bentuk Komite Koridor Timur Jakarta

Ria/S-3 | Ekonomi
Pengembang Bentuk Komite Koridor Timur Jakarta

MI/PERMANA
Director PT Jababeka Tbk, Sutedja S Darmono.

 

ENAM developer ternama bersatu membentuk Komite Koridor Timur Jakarta. Pembentukan komite tersebut untuk mengukuhkan destinasi investasi dan hunian. Enam pengembang itu, antara lain Jababeka, Lippo, Sumarecon, Pollux Properti Indonesia, dan PP Properti. Koridor Timur Jakarta meliputi wilayah Bekasi, Cikarang, dan Karawang.

Kawasan itu menjadi jantung penting bagi perekonomian Indonesia yang pada 2018 mencapai Rp14,8 triliun berdasar pada data produk domestik bruto (PDB), tumbuh 5,17% lebih tinggi dari capaian 2017. Setidaknya lebih dari 60% aktivitas perekonomian nasional disumbang Koridor Timur Jakarta yang 70%-nya berpusat di Bekasi-Cikarang.

Kini kawasan Koridor Timur Jakarta dengan luas mencapai 10 ribu hektare itu tumbuh menjadi aset properti unggulan. Di dalamnya dilengkapi dengan pusat bisnis, gaya hidup, destinasi hunian, pusat industri, dan pusat lapangan pekerjaan.

Director PT Jababeka Tbk, Sutedja S Darmono, meng­utarakan pembentukan Komite Koridor Timur sebenarnya berawal dari tukar pikiran bersama antara sejumlah pengembang yang berada di wilayah timur Jakarta. Ini terkait dengan permasalahan yang sama mengenai citra kawasan koridor timur Jakarta yang secara tidak langsung turut berdampak pada sisi pemasaran, yaitu mengenai kemacetan dan kawasan industri.

“Padahal, imej ini sebenarnya tidak tepat. Macet itu lebih disebabkan keberadaan pembangunan infrastruktur. Ke depan, kemacetan akan berakhir seiring selesainya pembangunan infratruktur tersebut,” ujarnya.

Terkait dengan citra sebagai kawasan industri, lanjutnya, yang patut diingat koridor timur merupakan light to medium industry. Ini berarti hal tersebut termasuk kawasan industri yang ringan atau tidak menciptakan polusi, seperti daerah industri lain sehingga sangat nyaman sebagai kawasan hunian.

“Pada awal 2020, diprediksi koridor timur akan semakin lancar seiring beroperasinya sejumlah infrastruktur transportasi di kawasan ini. Bahkan, diprediksi efektif untuk mengurangi kemacetan hingga 40%,” jelasnya.

Saat ini, tambahnya, akan ada 10 infrastruktur baru yang dibangun di koridor timur Jakarta, yaitu elevated toll road, kereta api double double track, LRT, MRT, kereta cepat Jakarta-Bandung, Cikampek Layang, JORR 2, Jalur Cikampek Selatan, kereta cepat Jakarta-Surabaya, Pelabuhan Patimban, serta Bandara Kertajati. Berbagai infrastruktur itu terbilang lengkap dan tidak ada di wilayah barat Jakarta. (Ria/S-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More