Senin 07 Oktober 2019, 21:35 WIB

Diseruduk Puluhan Banteng, Nelayan di Banyuwangi Tewas

Usman Afandi | Nusantara
Diseruduk Puluhan Banteng, Nelayan di Banyuwangi Tewas

ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Nelayan Banyuwangi membawa ikan hasil tangkapannya.

 

SEORANG nelayan warga Dusun Kutorejo, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sunarto, 35, diseruduk puluhan Banteng hingga tewas seketika.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban hendak melintas di jalan menuju Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) tepat saat segerombolan banteng melintas menyeberang jalan hingga menabrak kendaraan yang dinaiki Sunarto.

Melihat kejadian tersebut, Kasubag TU, Balai TN Alas Purwo, Muhamad Wahyudi, mengatakan, segerombolan banteng memang sering kali lewat di jalur jalan raya tepat di lokasi kejadian perkara Sunarto tertabrak.

"Informasi dari petugas di sana, saat itu, dia mengendarai sepeda dari rumah mau berangkat kerja melaut, Kemudian saat itu ada banteng lewat dari arah barat dan dia menabraknya," ujar Wahyudi, Senin (7/10).

Menurutnya, pihak TNAP sudah memasang rambu untuk berhati hati saat melintas di jalur yang sering dilewati banteng tersebut, tepatnya di sekitar Curah Jeru, selatan Dusun Kutorejo, Desa Kalipait. Dalam rambu peringatan, berisi informasi agar pengendara mengurangi kecepatan antara 40 kilometer per jam.

Saat peristiwa tubrukan dengan banteng, Sunarto diduga terinjak oleh koloni yang masih ada di bagian belakang. Saat dievakuasi, tampak beberapa bagian tubuh korban mengalami memar dan lecet.


Baca juga: Kasus Pemukulan, Gerindra Diimbau Evaluasi Ketua DPRD Jabar


"Banteng itu kan biasanya rombongan, nah yang belakang itu kan kalau ada kejadian biasanya lari to, jadi mungkin terinjak yang belakang. Menurut ceritanya begitu," ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Kalipait, Rindi Suwito, 30, ia mengatakan, kawasan Curah Jeru memang kerap kali dilintasi kawanan Banteng, terutama saat dini hari jelang pagi.

"Itu kan kejadiannya pas pukul 05.00 WIB, warga ramai membicarakan itu. Di situ memang sering ada gerombolan banteng yang menyeberang dari perbatasan kawasan Perhutani menuju TNAP," kata Rindi.

Rindi menambahkan, sejak remaja dirinya memang kerap melihat banteng yang melintas di jalanan yang dilalui warga. Menurutnya, banteng-banteng tersebut biasa mencari makan di areal Perhutani.

"Setiap musim kemarau saya sering melihat banteng menyeberang, terutama saat pagi hari. Jadi banteng-banteng itu mencari makan mulai jam 12 malam di kawasan Perhutani. Biasanya makan kulit pohon dan rebung. Kemudian kembali ke taman nasional sebelum matahari terbit, jadi itu kawasan perlintasan banteng," terangnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More