Senin 07 Oktober 2019, 20:50 WIB

Tinggal di Hunian Pinggir Laut Bisa Bikin Rileks

Ahmad Punto | Ekonomi
Tinggal di Hunian Pinggir Laut Bisa Bikin Rileks

Dok PP Properti Suramadu
Gambar rencana proyek Grand Sagara, superblok yang tengah dibangun di pinggir laut Surabaya.

 

LOKASI dengan topografi pinggir laut diyakini sangat diminati oleh kalangan menengah atas yang mencari hunian private. Hunian di pinggir dianggap bisa menghadirkan suasana tenang, rileks, menurunkan tingkat stres, bahkan meningkatkan imunitas tubuh.

Project Director PT PP Properti Suramadu Satrio Sujatmiko mengatakan banyak hasil penelitian yang menyebutkan hunian di pantai sangat baik untuk kesehatan otak karena membuat perasaan dan pikiran menjadi bahagia, tenang, dan kembali bersemangat.

"Salah satunya penelitian oleh Washington University dan UC Irvine yang menemukan persepsi bahwa liburan ke pantai mampu meningkatkan kreativitas, mengurangi depresi dan kecemasan, serta mengembalikan kesehatan mental," ujarnya dalam siaran pers yang diterima, Senin (7/10).

Saat ini, PT PP Properti Suramadu juga tengah mengembangkan proyek Grand Sagara yang lokasinya berada di dekat pantai yang menghadap ke laut utara Surabaya, Jawa Timur. Tepatnya di kaki Jembatan Suramadu.  

Anak usaha PT PP Properti Tbk itu berencana membangun 14 menara apartemen, hotel, perkantoran, hingga ruang konvensi, serta pusat perbelanjaan di areal seluas 5,6 hektare.

"Grand Sagara menawarkan sebuah pengalaman baru. Sebuah hunian high rise villa berkonsep resor tepi pantai yang terkoneksi dalam sebuah kawasan superblok," kata Satrio.

Direktur Realti PT PP Properti Tbk Galih Saksono menambahkan proyek Grand Sagara diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi pengembangan Surabaya sebagai salah satu kota utama di Indonesia.

"Grand Sagara akan mengubah wajah pesisir Surabaya yang selama ini terkesan keras menjadi wilayah yang berkelas," cetus Galih.

"Kami juga menjual view Selat Madura dengan ikon jembatan Suramadunya. Nanti akan terlihat Indah dari apartemen yang kami bangun," imbuhnya.

PT PP Properti Suramadu membangun persepsi Grand Sagara sebagai sebuah perjalanan dari gunung bangunannya yang tinggi menuju lautan yang menjadi lokasinya yang memang terletak di lokasi terindah di bagian utara kota Surabaya.

"Kami sekarang fokus menjual Adriatic Tower, menara apartemen setinggi 50 lantai. Kami tentu diuntungkan karena ini resor pantai yang akan menarik bagi masyarakat kelas menengah atas," kata dia.

Ia menyebut apartemen Adriatic Tower sangat bersaing di pasar, baik dari segi harga maupun mutu proyek. Mereka menyebutnya proyek premium berharga sederhana.

Harganya dipatok Rp330 juta hingga Rp800 juta per unit. Ini setara dengan Rp17 jutaan per meter persegi, cukup jauh ketimbang harga rata-rata apartemen dan kondominium di Surabaya menurut Colliers Indonesia yang mencapai pada Rp21,3 juta per m2. (RO/X-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More