Senin 07 Oktober 2019, 19:01 WIB

Meneliti Soal Oksigen dan Kanker, 3 Ilmuwan ini Raih Nobel 2019

adiyanto | Internasional
Meneliti Soal Oksigen dan Kanker, 3 Ilmuwan ini Raih Nobel 2019

Jonathan NACKSTRAND / AFP
Wajah tiga ilmuwan pemenang nobel kedokteran 2019 ditampilkan di layar di Karolinska Institute Stockholm, Swedia, Senin (7/10).

 

DUA ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) dan satu dari Inggris memenangkan Nobel Kedokteran 2019. Mereka adalah William Kaelin dan Gregg Semenza asal AS serta Peter Ratcliffe dari Inggris.

Ketiganya menemukan bagaimana sel beradaptasi dengan kadar oksigen yang berfluktuasi. Temuan mereka dianggap membuka jalan bagi strategi baru untuk memerangi penyakit, seperti anemia dan kanker.

"Penemuan seminal oleh pemenang Nobel tahun ini mengungkapkan mekanisme untuk salah satu proses adaptif yang paling penting dalam kehidupan," kata Majelis Nobel di Institut Karolinska, Swedia, seperti dikutip AFP, Senin (7/10).

Penelitian ketiga ilmuan tersebut menjadi dasar untuk memahami bagaimana kadar oksigen memengaruhi metabolisme seluler dan fungsi fisiologis. "Penginderaan oksigen merupakan pusat dari sejumlah besar penyakit," ujar Majelis Nobel.

"Upaya intens yang berkelanjutan di laboratorium akademik dan perusahaan farmasi sekarang difokuskan pada pengembangan obat yang bisa mengganggu berbagai penyakit dengan mengaktifkan atau memblokir mesin pengindera oksigen," imbuh Majelis Nobel.

Semenza mempelajari gen yang dikenal sebagai EPO yang menyebabkan tubuh membuat lebih banyak sel darah merah dan mengisolasi segmen DNA spesifik yang membantunya beradaptasi dengan kadar oksigen rendah.

Bersama Radcliffe, Semenza kemudian menerapkan pengetahuan ini untuk menunjukkan bahwa mekanisme penginderaan oksigen ada di hampir semua jaringan manusia.

Sedangkan Kaelin mengidentifikasi gen lain pada pasien dengan kelainan genetik yang menempatkan mereka pada risiko kanker tertentu yang jauh lebih besar. Gen ini mengembalikan kemampuan tubuh untuk mencegah timbulnya kanker, dan memainkan peran kunci dalam bagaimana sel-sel kanker merespons kadar oksigen yang rendah.

Penelitian mereka ini telah memberi pengetrahuan baru pada proses tingkat sel spesifik yang dialami tubuh ketika kekurangan oksigen, mulai dari membantu otot kita berfungsi selama latihan hingga beradaptasi dengan kehidupan di ketinggian. Kemampuan penginderaan oksigen sel juga penting selama perkembangan janin dan dalam menciptakan pembuluh darah baru. (A-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More