Senin 07 Oktober 2019, 17:36 WIB

Susi Tenggelamkan 566 Kapal Pencuri Ikan dalam Lima Tahun

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Susi Tenggelamkan 566 Kapal Pencuri Ikan dalam Lima Tahun

ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna
Spanduk bergambar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

 

SATUAN Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115), Minggu (6/10), menenggelamkan 18 kapal perikanan asing ilegal yang terdiri dari 16 kapal berbendera Vietnam dan 2 kapal berbendera Malaysia di perairan Pontianak, Kalimantan Barat.

Sebelumnya, pada Jumat (4/10), tiga kapal juga telah dihancurkan dan mesin mereka ditenggelamkan. Pemusnahan 21 kapal itu merupakan rangkaian dari rencana penenggelaman 42 kapal ikan ilegal yang dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap dari lembaga peradilan.

Adapun kapal-kapal lain di musnahkan secara serentak pada Senin (7/10) di Belawan, Batam dan Natuna. Dengan aksi terbaru itu, sepanjang 2014 hingga 2019, Satgas 115 telah memusnahkan 566 kapal ikan ilegal yang sebagian besar berbendera Vietnam.

Baca juga: TNI AL Kembali Tangkap 2 Kapal Ikan Vietnam di Natuna

"Pemusnahan barang bukti kapal pelaku illegal fishing dilakukan tidak hanya dilakukan untuk memenuhi amanat undang-undang perikanan, tetapi juga mengamankan visi misi Presiden Jokowi untuk menjadikan laut Indonesia sebagai masa depan bangsa. Kita ingin memastikan masyarakat terutama yang tinggal di pesisir bisa hidup sejahtera dari hasil laut," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melalui keterangan resmi, Senin (7/10).

Susi menegaskan bahwa kedaulatan laut sangat penting untuk menjalankan berbagai program pembangunan.

Jika tindakan tegas tidak dilakukan, sektor kelautan di Indonesia tidak akan bisa berkembang dan berkontribusi dengan baik bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Sejak dibukanya izin kapal asing pada 2001, lebih dari 10.000 kapal asing melaut di Indonesia.

“Begitu banyaknya kapal-kapal besar ilegal dengan alat tangkap yang merusak. Kalau dibiarkan, ya habislah sumber daya laut kita. Stok ikan kita bisa turun ke titik yang sangat rendah," jelasnya.

Menurutnya, sumber daya laut jauh lebih berharga ketimbang migas dan tambang. Maka dari itu, tidak boleh ada kompromi jika sudah menyinggung kedaulatan laut Indonesia.

"Selama kita bisa menjaga, ikan akan terus ada. Kita harus bisa pastikan sumber daya laut kita terus ada hingga generasi-generasi selanjutnya," tandas Susi.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More