Senin 07 Oktober 2019, 17:35 WIB

Bea Cukai Palembang Tegah Penyelundupan 65.000 Baby Lobster

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Bea Cukai Palembang Tegah Penyelundupan 65.000 Baby Lobster

DOK BEA CUKAI
Dua tersangka penyelundupan 65.000 baby lobster.

 

Bea Cukai Palembang mengadakan rilis keberhasilan menggagalkan penyelundupan 65.000 benih/baby lobster pada Kamis 29 Agustus 2019 lalu. Benih ini diselundupkan dalam dua koper dan akan dibawa ke Singapura melalui handcarry di Terminal Keberangkatan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin 2 Palembang.

Bersama benih lobster, turut diamankan dua WNI tersangka berinisial KAR dan ASP. Mereka diduga melanggar pasal 102A peraturan Undang Undang Kepabeanan Nomor 17 tahun 2006 tentang penyelundupan di bidang Ekspor. Adapun Nilai Potensi Kerugian Negara yang berhasil di amankan senilai Rp10 miliar.

Plt Kakanwil Bea Cukai Sumbagtim, Dwijo Muryono menjelaskan, penindakan ini dilakukan atas dasar pemberlakuan larangan ekspor benih lobster.

“Ini sebagai upaya pemerintah melalui Bea Cukai melindungi keberlanjutan stok keberagaman makhluk hidup di kawasan perairan nasional serta meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui nilai ekspor lobster dewasa yang jauh lebih tinggi. Selain itu, apabila dilakukan eksploitasi terus-menerus, dikhawatirkan lobster bisa punah dari perairan Indonesia,” ungkap Dwijo.

Benih lobster termasuk dalam jenis hasil laut yang dilarang penangkapannya berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56/PERMEN-KP/2016 tentang larangan penangkapan dan atau pengeluaran lobster (Panulirus), kepiting (Scylla), dan rajungan (Portunus pelagicus).

Kepala Kantor Bea Cukai Palembang, Meidy Kassim mengatakan, pihaknya akan semakin meningkatkan pengawasan terhadap penyelundupan benih lobster di Bandara. Pada kesempatan yang sama, benih lobster yang berhasil ditegah langsung diserahterimakan ke perwakilan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palembang untuk diamankan. (RO/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More