Senin 07 Oktober 2019, 13:34 WIB

Stasion Madya Penuh Sampah, PB PASI Geram

Despian Nurhidayat | Olahraga
Stasion Madya Penuh Sampah, PB PASI Geram

Dok PB PASI
Sampah yang dikumpulkan PB PASI dari Stadion Madya, GBK, Jakarta

SAAT menggelar latihan pada Senin (7/10) pagi, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor Tanjung terkejut ketika para pelatih mengirimkan gambar beberapa sampah seperti paku, kawat, puntung rokok, dan lainnya di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta. Hal itu membuatnya geram. Pasalnya, stadion ini merupakan tempat pelaksanaan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PB PASI.

Sampah-sampah tersebut muncul pascadigelarnya acara Indonesia Drum Corps Corporation (IDCC) 2019 yang berlangsung antara 4 dan 6 Oktober kemarin. Tigor mengatakan bahwa kondisi itu sangat memprihatinkan.

"Tadi pagi, saya mendapat laporan dari teman-teman pelatih dan dikirimkan begituan. Kita langung lapor ke pihak GBK, karena pihak pengelola Stadion Madya juga melihat sampah-sampah itu," ungkapnya kepada Media Indonesia, Senin (7/10).

Baca juga: Maria Londa Tampil Kurang Maksimal

Ditemukannya berbagai macam sampah itu tentunya membuat Tigor bertanya-tanya mengenai jadwal penggunaan Stadion Madya.

Dia menyampaikan sebelum adanya renovasi, Pelatnas atletik tidak pernah terganggu hal semacam ini.

"Yang lebih mendasar itu sebenarnya jadwal penggunaan Stadion Madya. Pelatnas atletik ini kan dulu sebelum 2016 direnovasi, kita memakai Stadion Madya betul-betul total dan Pelatnas tidak terganggu. Tapi sejak di renovasi pada2018, katanya kita sudah bisa kembali berlatih di Stadion Madya tapi suasananya sudah sangat berbeda," lanjut Tigor.

"Karena di satu sisi kan pihak GBK ini mencari pemasukan, jadi itu yang selalu berputar-putar dan nggak ada solusi yang tepat sampai sekarang. Rapat di Kemenpora sudah, rapat sana sini sudah, ngomong sudah tapi begitulah," tambahnya.

Sejauh ini, PB PASI dikatakan selalu mengalah jika ada acara yang mengharuskan mereka berpindah tempat. Tigor juga mengatakan hal ini tantunya akan menyulitkan mereka, khusunya untuk menyambut gelaran SEA Games 2019, yang sudah tinggal menghitung hari.

"Kita ini sudah deh kalau ada acara di Stadion Madya harus minggir, terus acaranya banyak meninggalkan sampah kayak begitu. Gimana coba kalau anak-anak celaka kan, ada paku segala itu. Padahal, minggu lalu tuh kita nggak bisa berlatih di dalem dan sebagian bisanya berlatih di belakang doang," pungkasnya.

Keluhan yang Tigor sampaikan, menurutnya, bukan hanya berasal dari cabang olahraga atletik saja, tapi cabor-cabor lain juga menghadapi hal serupa.

Saat ini, memang tempat latihan khususnya di GBK sering dipakai untuk acara lain atau misalnya harus mengeluarkan biaya untuk kejuaraan, dan masalah ini tentunya berdampak mengenai target jelang SEA Games.

"Bagaimana mau pasang target kalau begini? Jadwal latihan terganggu dan atlet-atlet suasana hatinya jadi kurang sejahtera juga, mau latihan harus pindah ke stadion utama, gotong alat-alat, kemudian nanti ditemukan sampah seperti itu kan mereka juga kalau bahasa anak mudanya ilfil. Saya berani bilang nggak usah lah pasang-pasang target kalau kita latihan saja jadi begini," tutup Tigor. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More