Senin 07 Oktober 2019, 13:15 WIB

BAHU Nasdem Siap Perjuangan 400 Hektar Lahan Kembali Ke Desa

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
BAHU Nasdem Siap Perjuangan 400 Hektar Lahan Kembali Ke Desa

MI/Rendy Ferdiansyah
Badan Advokasi dan Hukum Partai NasDem di Bangka Belitung

 

BADAN Advokasi Hukum (BAHU) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Provinsi Bangka Belitung (Babel) siap memperjuangkan 400 hektar lahan yang dijual ke perkebunan untuk dikembalikan ke Pemerintah Desa Mendo, Kecamatan Mendobarat, Kabupaten Bangka.

Ketua BAHU Nasdem Adystia Sunggara mengatakan BAHU Nasdem menerima aduan dari Pemerintah desa Mendo bahwa dari 6.000 hektar lahan desa, 400 hektarnya telah dijarah masyarakat untuk di jual ke pihak lain dan dijadikan perkebunan kelapa sawit.

"Atas aduan ini, kita BAHU nasdem siap berjuang agar 400 hektar lahan desa yang dijual masyarakat tersebut bisa kembali ke Pemerintahan desa," kata Aditya di Kantor BAHU Nasdem di Pangkalpinang. Senin (7/10).

Pemdes Mendo, menurutnya telah melaporkan penjarahan 400 hektar lahan ini ke Polda Babel pada 9 September lalu.

"Dugaan penjarahan lahan desa ini telah dilaporkan ke Polda Babel, ini akan kita kawal,"ujarnya.

Baca juga : Penyelundupan 360 Ekor Burung Kolibri Digagalkan

Berdasarkan aturan, lahan 400 hektar yang dijual kepada Abun sebelum dijadikan perkebunan sawit seharusnya ada Izin Usaha Perkebunan (IUP)nya,

"info dari Pemdes, 400 hektar lahan yang dibeli dari Masyarakat dijadikan. Kebun Sawit tanpa IUP serta tanpa Izin pemdes dan Pemkab Bangka,"terangnya.

"Kita di BAHU Nasdem ini murni membela masyarakat tanpa bayaran," imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Mendo Masri mengatakan 400 hektar lahan yang dijual tersebut tanpa izin dan sepengetahuan Pemerintahan Desa. Padahal seharusnya jika tanah itu hendak di jual, masyarakat harus lah mendapatkan izin dari Pemdes.Â

"Kita sudah peringatkan agar lahan itu tidak digarap dulu sebelum surat-menyuratnya dikeluarkan oleh Pemdes Mendo,"kata Masri.

Menurut Masri nilai jual lahan ke Abun dengan total luas secara keseluruhan mencapai 400 hektar itu ditafsir mencapai miliaran rupiah.

"Besar harapan kami Kapolres Bangka dan Polda Babel menindak lanjuti laporan yang telah kami sampaikan agar tidak terjadi potensi konflik antar masyarakat desa dengan saudara Abun pembeli lahan tersebut,"ujarnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More