Minggu 06 Oktober 2019, 23:10 WIB

Internet Gratis Hadir di Kampung Labuan Bajo

Haufan Hasyim Salengke | Nusantara
Internet Gratis Hadir di Kampung Labuan Bajo

MI/Hym
Menteri BUMN Rini Soemarno meresmikan pengoperasian warung internet desa atau Warung Ides di Kampung Air di Labuan Bajo, NTT, Minggu (6/10).

 

AKSES internet kini semakin menjangkau masyarakat pedesaan. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan pengoperasian warung internet desa atau Warung Ides di Kampung Air di Labuan Bajo, Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (6/10).

Dalam kesempatan tersebut, Rini mencoba langsung koneksi internet gratis yang dipersembahkan PT Indonesia Comnets Plus (ICON+), anak perusahaan PT PLN (Persero), bagi masyarakat setempat.

Warung Ides merupakan program internet rakyat yang bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam meningkatkan bandwidth per kapita. Ini juga upaya mewujudkan penyediaan insfrastruktur kelistrikan di setiap desa sehingga secara bertahap mampu mewujudkan desa berlistrik dan berinternet.

Rini mengatakan, ketersediaan jaringan infrastruktur internet yang terjangkau akan menggerak ekonomi dan menyejahterakan masyarakat lokal. Pasalnya, orang sekarang memanfaatkan internet dalam bisnis dan usaha dan melipatgandakan pendapatan mereka.

"Ibu-ibu yang punya usaha pakailah Warung Ides ini karena zaman sekarang semua orang memakai internet dalam berusaha, berjualan, dan urusan lainnya yang membuat efisien," ujar Rini di sela-sela acara peresmian.

Ia menekankan, Labuan Bajo merupakan salah satu destinasi wisata utama nasional yang pengembangannya terus didorong oleh pemerintah. Selain karena kekayaan alam yang memesona, juga karena di tempat ini terdapat satwa langka komodo.

Karena itu pemerintah menyediakan fasilitas-fasilitas yang membuat wisatawan merasa nyaman dan terkesan berkunjung ke daerah ini sehingga ingin kembali lagi.

"Sehingga bagaimana masyarakat setempat makin nyaman dan sejahtera, begitu juga dengan wisatawan yang berkunjung," ujar Rini.

Dengan keberadaan Warung Ides, masyarakat terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dapat memanfaatkan koneksi internet secara gratis namun dengan layanan yang andal.

Keberadaan Warung Ides di Kampung Air, Labuan Bajo, merupakan salah satu dari realisasi pembangunan Warung Ides di NTT. Ini sejalan dengan rencana penyediaan infrastruktur fiberoptik di NTT yang juga dikerjakan oleh ICON+.

"Kebutuhan akan internet adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi saat ini, melalui anak perusahaan PLN, ICON+ kami mencoba memberikan layanan internet terutama didaerah yang sulit diakses. Khusus untuk Labuan Bajo kami pilih dengan harapan bisa meningkatkan daya tarik pariwisata dengan menghadirkan akses internet yang mudah dan nyaman," ungkap Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani di Labuan Bajo.

Menurut rencana, hingga 2023 mendatang, Warung Ides juga akan beroperasi di Ruteng, Larantuka, Maumere, Kupang, Ende, Bajawa, Waingapu, dan Waikabukak. Masing-masing lokasi tersebut direncanakan akan dapat menampung 100 access point.

Saat ini, untuk seluruh Indonesia keberadaan Warung Ides telah tersebar cukup merata. ICON+ telah menyediakan 4.092 desa berinternet di sejumlah lokasi mulai dari Aceh, Belitung, Tasikmalaya, Wonosobo, Makassar, Banyuwangi, Mandalika, Kutai Timur, Samarinda, dan Bali.


Baca juga: Menteri BUMN Resmikan Lima PLTS di Pulau Messa


Warung Ides memiliki tiga tujuan penting. Pertama ialah peningkatan pendidikan masyarakat melalui kemudahan akses informasi dan distance learning. Kedua, pemberdayaan ekonomi masyarakat dan menciptakan komunitas digital di pedesaan. Ketiga, ialah solusi digital village yang menyinergikan pelayanan pemerintah desa dengan masyarakat melalui teknologi informasi dan komunikasi.

Dengan keberadaan Warung Ides, bisa meningkatkan daya saing masyarakat desa dalam menghadapi persaingan global, serta mampu berdaya sesuai dengan konsep Nawacita di bidang ekonomi dengan mengadopsi teknologi informasi.

Selain berkontribusi menghadirkan Warung Ides, ICON+ juga menghadirkan aplikasi 'AIRSale', sebuah platform aplikasi yang dibangun untuk mempertemukan kemudahan antara pembeli, pemilik bisnis, dan pemerintah daerah pada transaksi ritel.

Melalui aplikasi AIRSale ini, pelaku bisnis dapat secara efektif melakukan penyesuaian pada tempat bisnisnya secara langsung, termasuk dapat dengan segera memberikan ketepatan dan transparansi pelaporan pajak kepada pemerintah daerah.

Dalam kunjungan tersebut, sempat pula didemonstrasikan Aplikasi AIRSale Ticketing. Digitalisasi sistem pembayaran tiket satu pintu untuk pembelian tiket penyebrangan dermaga, hingga tiket masuk taman nasional komodo, snorkling, dan diving.  

Aplikasi sistem satu pintu dimanfaatkan untuk transparansi pendapatan daerah pemerintah kabupaten Manggarai Barat terkait pariwisata di wilayah ini.  Aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai big data pemerintah untuk mendapat analisis tentang kondisi pariwisata Labuan Bajo.

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dula, menyambut terobosan tersebut. Ia berpesan masyarakat dan perangkat desa dapat memanfaatkan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya, sekaligus menjaganya.

Menurutnya manfaat paling utama dengan adanya Warung Ides adalah akan membantu menertibkan penerimaan pajak dan restribusi daerah. Ia mengatakan pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten tersebut sudah mencapai Rp160 miliar.

"Nah, dengan digitalisasi dan adanya sistem ini maka kami optimistis bisa meningkatkan PAD menjadi dua kali lipat. Karena bayangkan nanti kalau semua UMKM, rumah makan, akomodasi, ticketing menggunakan digital dan online pengelolaannya akan sangat bagus," ujarnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More