Minggu 06 Oktober 2019, 22:40 WIB

Menteri BUMN Resmikan Lima PLTS di Pulau Messa

Haufan Hasyim Salengke | Nusantara
Menteri BUMN Resmikan Lima PLTS di Pulau Messa

MI/Hym
Menteri BUMN Rini Soemarno saat meresmikan salah satu PLTS di Nusa Tenggara Timur, Minggu (6/10).

 

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, meresmikan lima Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di Nusa Tenggara Timur. Acara peresmian berlangsung di Pulau Messa, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (6/10).

Menteri Rini didampingi oleh PLT Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani, Direktur Regional JBTBN (Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara) Supangkat Iwan, Komisaris Utama PLN Ilya Avianti , Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula.

Dari lima PLTS yang diresmikan, tiga di antaranya berlokasi di Kabupaten Manggarai Barat yakni Desa Pasir Putih, Desa Seraya Mareannu, dan Desa Batu Tiga. Ada pula dua PLTS lainnya terdapat di Desa Nuca Molas, Kabupaten Manggarai, dan Desa Usulanu, Kabupaten Rote Ndao.

Dengan adanya lima PLTS ini dapat memfasilitasi kebutuhan listrik untuk 1.114 pelanggan baru dan prosentasi energi baru dan terbarukan di NTT menjadi sebesar 13,91%.

Dalam sambutannya, Rini menyampaikan pentingnya listrik bagi kemajuan kehidupan masyarakat terutama di bidang ekonomi, sosial, pendidikan, dan pembangunan daerah.

“Peresmian 5 PLTS ini adalah salah satu wujud nyata BUMN hadir untuk negeri, dimana PLN turut mengambil bagian dalam mendukung peningkatan infrastruktur kelistrikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)," ujar Rini.


Baca juga: Lebih dari 15 Ribu Pengungsi Eksodus dari Wamena


Senada, PLT Dirut PLN, Sripeni Inten, menyampaikan PLN akan terus berupaya untuk meningkatkan rasio elektrifikasi (RE) terutama daerah-daerah yang sulit dijangkau. Salah satunya peningkatan RE NTT dilakukan guna mendorong perekonomian dan kehidupan sosial di wilayah tersebut.

"PLN akan terus membangun dan menghadirkan infrastruktur kelistrikan di pelosok-pelosok negeri, untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. Dengan adanya listrik kami yakin ekonomi akan menggeliat, waktu belajar anak-anak semakin bertambah sekaligus menarik investor," kata Inten.

Tidak hanya meningkatkan RE, PLN juga tengah berupaya menggenjot pemanfaatan energi baru terbarukan.

Di lokasi yang sama Sekretaris Daerah NTT mengungkapkan dukungan penuh dan bantuan dari pemerintah dan masyarakat setempat dalam proses pembangunan PLTS.

"Atas nama pemerintah dan masyarakat kami mengucapkan terima kasih, kami berharap listrik yang ada dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh warga dan dapat membantu menjaga aset PLN yang telah dibangun agar listrik bisa terus digunakan," ungkap Ben Polo Maing.

Ditemui terpisah, tokoh masyarakat yang juga kepala dusun di Pulau Messa, Bado Rahim, untuk penerangan malam hari masyarakat selama ini mengandalkan genset. Mereka harus membayar Rp12 ribu kepada pemilik genset untuk pemakaian satu malam dari pukul 18.00 hingga 06.00. "Untuk siangnya tidak ada listrik," kata dia.

Ia berharap instalasi listrik dari PLTS tersebut bisa segera dialirkan ke seluruh sekitar 470 rumah di pulau itu. Saat ini, kata dia, baru sedikitnya 25 rumah yang sudah mendapatkan suplai listrik.

"Kami khawatir jangan sampai setelah peresmian ini dibiarkan begitu saja tanpa ada kelanjutannya. Ini juga tanpa sosialisasi, kami tahu PLTS ini dari mulut ke mulut," tandasnya. (OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More