Minggu 06 Oktober 2019, 21:22 WIB

Tiga Jenazah WNI Korban Jembatan Runtuh Taiwan akan Dipulangkan

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Tiga Jenazah WNI Korban Jembatan Runtuh Taiwan akan Dipulangkan

KDEI Taipei/Untung Subej
Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi dan pengurus PCINU Taiwan menyalati jenazah tiga ABK korban jembatan ambruk.

 

PEMERINTAH melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei membantu pemulangan tiga jenazah anak buah kapal (ABK) yang meninggal dunia akibat insiden jembatan runtuh di Teluk Nanfang Ao, Kota Yilan, Taiwan.

Ketiga jenazah atas nama Wartono, Ersona, dan Mohamad Domiri, selanjutnya akan difasilitasi penjemputan dan pengantaran hingga ke rumah duka masing-masing di Cirebon, Indramayu, dan Pemalang.

Baca juga: Korban Tewas Capai 60 Orang, Ulama Irak Desak Pemerintah Mundur

Kepastian pemulangan jenazah ketiga almarhum disampaikan Kepala KDEI Taipei, Didi Sumedi, usai melakukan salat jenazah bersama perwakilan keluarga dan kerabat ketiga almarhum, di Chungli, Sabtu (5/10) malam waktu setempat.

Prosesi penanganan jenazah secara Islam yang dipimpin oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan ini dimulai dengan memandikan, mengafani, lalu mensalatkan jenazah. Ketiga perwakilan keluarga almarhum juga turut hadir dalam prosesi tersebut.

Ketiga jenazah rencananya akan diterbangkan dari Taiwan pada Kamis (10/10) menuju Bandara Soekarno-Hatta. Selain pendampingan dari KDEI Taipei, pemerintah Indonesia dan pemerintah Taiwan juga siap memfasilitasi apabila ada perwakilan keluarga ketiga almarhum yang ingin turut mengantar kepulangan jenazah ke Indonesia.

“Kami menyampaikan bela sungkawa kepada seluruh keluarga korban atas musibah yang terjadi. KDEI Taipei telah berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan penanganan,” ujar Didi, dalam sebuah keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Minggu (6/10).

Didi menyampaikan, KDEI Taipei bersama instansi terkait di Taiwan dan Indonesia telah menyelesaikan seluruh penanganan pengurusan jenazah almarhum Wartono, Ersona, dan Mohamad Domiri.

Penanganan telah dilakukan sejak insiden terjadi hingga proses identifikasi jenazah, pendampingan keluarga terkait pengurusan dokumen, pengurusan jenazah di rumah duka, prosesi pengurusan jenazah secara Islam, hingga pendampingan pemulangan ketiga jenazah ke Indonesia.

Setelah proses pemulangan ketiga jenazah selesai, KDEI Taipei akan mengurus segala sesuatu yang menjadi hak bagi ahli waris ketiga almarhum.

Musibah jembatan runtuh terjadi pada Selasa (1/10) pagi. Dalam musibah tersebut, tiga ABK Indonesia turut menjadi korban meninggal dunia, serta empat lainnya mengalami luka-luka.

Saat ini tercatat dua ABK masih menjalani perawatan di Saint Mary’s Hospital, Luodong Branch, Yilan, yaitu atas nama Winanto dan Jaedi bin Karmin. Jaedi bin Karmin mengalami luka di pergelangan tangan kiri, telah menjalani operasi, dan saat ini hanya menunggu proses pemulihan.

Adapun Winanto yang cedera pembengkakan otak saat ini masih belum sadarkan diri. KDEI Taipei terus memantau kondisi korban yang masih dirawat di rumah sakit serta secara intens menghubungi pihak keluarga di Indonesia. (Hym/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More