Minggu 06 Oktober 2019, 20:47 WIB

Indonesia Butuh Penggerak Ekonomi Baru

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Indonesia Butuh Penggerak Ekonomi Baru

Istimewa
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh di Ballroom Hotel Adimulia, Kota Medan, Jumat (4/10).

 

KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, Indonesia membutuhkan penggerak ekonomi baru yakni Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan start up (perusahaan rintisan).

"Kewirausahaan perlu didorong untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," kata Wimboh dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Minggu (6/10).

Baca juga: Mendag Desak Bulog Gelar Operasi Pasar

Menurut dia, sektor itu mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 97% dari total tenaga kerja nasional. Pengembangan kewirausahaan juga dapat mendorong peningkatan produk domestik bruto (PDB) sebanyak 60%, mendorong ekspor, dan terciptanya berbagai inovasi.

Sebelumnya, ketika menjadi pembicara pada Millenial Fest Industry 4.0 bertajuk “Kaum Milenial dan Industri 4.0” di Ballroom Hotel Adimulia, Kota Medan, Jumat (4/10) lalu, Wimboh mengatakan OJK menjamin kemudahan bagi start up untuk dapat memperoleh pendanaan melalui pasar modal yang selanjutnya dicatatkan di papan akselerasi BEI.
 
“Kita juga mempermudah start up company untuk memperoleh pendanaan maksimum Rp10 miliar dengan mekanisme berbasis teknologi di Pasar Modal lewat platform Equity Crowdfunding,” paparnya.

Acara Millenial Fest Industry 4.0 merupakan rangkaian keempat seminar nasional di lima kota lima pulau (Medan, Balikpapan, Semarang, Manado, dan Bali) menjelang Munas XIII KAGAMA di Bali pada 15-17 November 2019 mendatang.

Sementara itu, Ketua V PP KAGAMA Haryadi Himawan dalam sambutannya menyampaikan rangkaian acara ini merupakan komitmen KAGAMA memberikan sumbangsih guna mendukung pembangunan bangsa. “KAGAMA berusaha istiqomah untuk menjaga bakti kepada bangsa,” pungkas Haryadi. (*/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More