Minggu 06 Oktober 2019, 19:03 WIB

NasDem Ingin Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Putra Ananda | Politik dan Hukum
NasDem Ingin Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

MI/PIUS ERLANGGA
Ketua Bidang Pertanian dan Maritim DPP Partai NasDem, Emmy Hafild (kedua kiri).

 

PARTAI NasDem resmi mengakhiri rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Minggu (6/12). Rakernas tersebut sudah berlangsung sejak 4 Oktober dengan fokus membahas persoalan maritim dan juga pertanian.

Penutupan rangkaian Rakernas NasDem dilakukan oleh Wakil Ketua DPR yang juga Ketua DPP Partai NasDem Rachmat Gobel. Dalam kesempatan tersebut, Gobel menjelaskan rakernas ini dilakukan sebagai salah satu langkah konkret NasDem mewujudkan ketahanan pangan.

Baca juga: Rina Indriatuti Terpilih Jadi Rektor Unpad

"Harapan kita bisa mengurangi impor pangan dari luar dengan kekuatan yang kita bangun dari dalam negeri sendiri. Rakernas ini penting untuk bagaimana kita bisa memecahkan persoalan-persoalan pangan yang ada di daerah," tutur Gobel di Kampus Akademi Bela Negara (ABN) NasDem, Pancoran, Jakarta.

Gobel berharap, setelah mengikuti rangkaian pelaksanaan rakernas, segenap pengurus NasDem yang ada di daerah terkhusus yang membidangi permasalahan pertanian dan kemaritiman dapat menginventarisasi persoalan terkait ketahanan pangan. Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia secara keseluruhan khususnya di bidang pangan.

"Tentu di satu sisi ada petani dan nelayan dan juga masyarakat bisa diberikan hasil produk yang berkualitas. Dan kita berharap Indonesia bisa menjadi pangan sumber dunia nantinya," tuturnya.

Gobel mengatakan, petani dan nelayan adalah garda terakhir pertahanan negara. Pesan itu ia dapatkan dari mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) Jenderal TNI M Jusuf.

Menurut Gobel, sang jenderal bercerita kalau pertahanan terakhir dalam sebuah pertempuran adalah di darat. Aspek strategis yang menjadi tameng pertahanan negara adalah petani dan nelayan.

"Oleh karena itu menjabarkan di era globalisasi sekarang ini kita harus memperkuat petani kita untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia secara total," kata Gobel.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPP Bidang Kemaritiman dan Pertanian NasDem Emmy Hafild menyampaikan rakernas tahun ini dikuti sekitar 370 peserta. Mereka berasal dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem seluruh Indonesia.

Menurut Emmy, rakernas ini digelar didasari keprihatinan dan kepedulian NasDem melihat masalah petani dan nelayan di Tanah Air. Pendapatan yang diperoleh petani dan nelayan, kata dia, tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

"Kita punya masalah di pertanian itu pertama penghasilan petani itu tidak sebanding dengan upaya yang dikeluarkan biaya tenaga kerja mahal," kata Emmy.

NasDem menyadari saat ini bidang maritim dan agraris tidak lagi menjadi kekuatan ekonomi nasional karena mulai ditinggalkan. Anak muda dan generasi milenial tidak lagi tertarik berkecimpung di dua sektor tersebut.

"Karena anak muda tidak mau masuk pertanian karena kerja keras hasil tidak seberapa jadi tenaga kerja kita (petani dan nelayan menua). Ada banyak hal lain masalah pupuk benih dan alat-alat dan sebagainya," jelas Emmy. (Uta/A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More