Minggu 06 Oktober 2019, 18:15 WIB

Peringati Bulan PRB, Forum PRB DIbekali Teknik Evakuasi dari Keti

Alxander P. Taum | Nusantara
Peringati Bulan PRB, Forum PRB DIbekali Teknik Evakuasi dari Keti

MI/Alexander P. Taum
Latihan evakuasi bencana dari ketinggian

 

PERINGATAN Bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) sedunia pada Oktober, dilaksanakan terpusat di Pangkal Pinang.

Di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, peringatan Bulan PRB diisi dengan sejumlah kegiatan mitigasi seperti penanaman 1.000 mangrove, pembersihan sampah, serta latihan teknik evakuasi dan pengiriman logistik dari ketinggian atau refling.

Pembekalan Teknik evakuasi dari ketinggian itu diikuti Ratusan anggota Saka Wira Kartika yang terdiri dari anggota Pramuka dari SLTA di  Kecamatan Nubatukan, Kecamatan ile Ape, kecamatan Ile Ape Timur, serta Kecamatan Lebatukan.  

Pelatihan Refling tersebut di gelar di Jembatan Waikomo, dengan tiga instruktur berpengalaman, yakni ketua Forum PRB Lembata, Andris Koban, pamong Saka Wira Kartika, Marsel Tuvan, dan Don Tufan.

Ketua Forum pengurangan Resiko Bencana (PRB) kabupaten Lembata, Andris Koban kepada Media Indonesia, Minggu (6/10) mengatakan, peringatan bulan PRB sedunia diperingati sepanjang bulan Oktober.

Baca juga : Padi Terancam Gagal Panen di Kupang Capai 150 Hektare

Indonesia dipercayakan menjadi tuan rumah peringatan PRB sedunia di Pangkal Pinang.

“Seluruh kerja-kerja PRB D Lembata, dilaksanakan bermodalkan sinergi dan komunikasi dengan berbagai pihak, dengan menggunakan sumber daya yang ada di Forum. Bergerak tanpa modal. Kegiatan yang sudah berjalan seperti penanaman 1.000 mangrove dan pembersihan sampah di dalam kota Lewoleba serta hari ini pelatihan Teknik evakuasi dari ketinggian, dilaksanakan dengan modal sinergi bersama para pihak. Tanpa back up anggaran. Refling di ajarkan kepada anggota Saka Wira Ksrtika, bagian dari kesiapsiagaan. Jika dikemudian hari kita menemukan kondisi evakuasi, pengiriman logistik dari ketinggian, kita sudah punya Tim yang juga tergabung dalam Forum PRB Kabupaten Lembata,” ujar Andris.

Hal senada disampaikan Pamong Saka Wira Kartika, Marsel Tuvan dan Don Tuvan. Disebutkan, di dalam program Saka Wira Kartika, ada krida mountenering atau refling. Sebagai antisipasi kejadian bencana yang memerlukan Teknik evakuasi dan pengiriamn logistic ke medan sulit.

“Para anggota Saka Wira Kartika sudah mengerti teori. Sekarang prakteknya di lapangan. Selain untuk anggota Saka Wira Kartika, latihan refling juga terbuka untuk umum. Jadi kami buka sesi latihan juga untuk umum, seperti kepada pegiat LSM, Wartawan dan relawan yang mau melatih diri,” ujar Marsel Tuvan. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More