Minggu 06 Oktober 2019, 13:45 WIB

Warga Bandung tak Mampu Bisa Dapat Sedekah Nasi dari RSR

Bayu Anggoro | Nusantara
Warga Bandung tak Mampu Bisa Dapat Sedekah Nasi dari RSR

MI/Bayu Anggoro
Warga tak mampu menerima paket nasi gratis di rumah singgah rengganis

 

BAGI warga tidak mampu yang tengah berada di kawasan Jalan Wastukancana, Bandung, bisa memanfaatkan sedekah nasi gratis dari Kantin Mesra Rengganis (Kamarang) yang berlokasi di dalam
Rumah Singgah Rengganis (RSR).

Setiap harinya, disiapkan 100 paket nasi gratis yang mulai diberikan setiap pukul 12.00 WIB (jam makan siang).

Penyediaan paket nasi gratis ini merupakan bagian program dari Rumah Singgah Rengganis, asrama yang diperuntukkan keluarga dan pasien yang sedang menjalani pengobatan di rumah sakit di Bandung seperti Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Ketua Rumah Singgah Rengganis, Ingeu Suprayogi, mengatakan, sejak pertama dibuka pada 21 Agustus kemarin, keluarga dan pasien yang tengah berobat terus berdatangan ke RSR.

"Tidak berhenti orang datang ke sini, tamu-tamu berdatangan," kata Ingeu saat meresmikan Kamarang, di Bandung, Minggu (6/10).

Menurutnya, tamu yang singgah didominasi keluarga dan pasien yang tengah berobat di Rumah Sakit Hasan Sadikin.

"Rata-rata antara 5-12 orang per minggu. Hingga sekarang sudah 73 penerima manfaat," imbuhnya.

Baca juga: Risnasari Rosman Berbagi Kebahagiaan dengan Sedekah Mainan

Menurut dia, RSR ini terbangun berkat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan unsur swasta selaku pemberi donasi.

"Kami ada dari sponsor, majlis taklim. Untuk memberi kekuatan," ujarnya seraya menyebut RSR merupakan salah satu program dari Jabar Bergerak yang dibentuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang salah satunya untuk mengatasi persoalan sosial.

Di tempat yang sama, Ketua Jabar Bergerak Ataliya Praratya Ridwan Kamil mengatakan pemberian paket nasi gratis di RSR berjalan berkat kerja sama dengan sejumlah sponsor dan donatur.

"Tahap awal 100 paket nasi gratis ini merupakan sumbangan dari Zoya," ungkap Atalya.

Tidak hanya keluarga dan pasien yang tengah berobat, fasilitas ini bisa dirasakan oleh siapapun terutama warga tidak mampu. Dia berharap ke depannya pemberian paket nasi gratis ini bisa diperbanyak seiring bertambahnya jumlah donatur.

"Kami tak bisa jalan sendiri apabila tak berkolaborasi," tuturnya.

Salah satu donatur, Feni Mustafa, mengatakan, pemberian ini merupakan cita-cita mulianya sejak lama. Pada tahap awal, dia menyediakan 100 paket nasi gratis dan akan terus ditambah pada waktu berikutnya.

Dia pun berharap akan semakin banyak masyarakat mampu yang turut menyumbangkan sebagian hartanya.

"Semoga akan semakin banyak yang tergerak hatinya untuk mendonasikan hartanya".(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More