Minggu 06 Oktober 2019, 13:00 WIB

Perundingan Nuklir AS-Korea Utara Gagal Capai Titik Temu

Melalusa Susthira K | Internasional
Perundingan Nuklir AS-Korea Utara Gagal Capai Titik Temu

AFP/Jonathan Nackstrand
Polisi Swedia berjaga di luar Villa Elfvik Strand yang pembahasan nuklir AS-Korut di Swedia, Sabtu (5/10).

 

PERUNDINGAN nuklir antara Korea Utara (Korut) dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung di Swedia tidak mencapat titik temu. Korut menilai perundingan menemui kebuntuan, sebaliknya AS menyebut diskusi berjalan baik.

Ketua negosiator nuklir Korut, Kim Myong-gil, mengatakan bahwa perundingan buntu karena AS masih mempertahankan pandangan dan sikap lamanya.

"Negosiasi belum memenuhi harapan kami dan akhirnya bubar tanpa hasil apa pun. (Ini) sepenuhnya karena fakta bahwa AS tidak akan menyerah dengan sikap lama mereka," ujar Kim kepada wartawan di Stockholm, Sabtu (5/10).

Lebih lanjut Kim mengaku kecewa atas sikap AS yang tak fleksibel Ia mengatakan bahwa Korut berdiri di persimpangan antara dialog atau konfrontasi.

"AS meningkatkan harapan dan menawarkan saran seolah pendekatan yang fleksibel, metode baru dan solusi kreatif. Tetapi mereka sangat mengecewakan kami dan mengurangi antusiasme kami untuk negosiasi dengan tidak membawa apa pun ke meja negosiasi," tukas Kim.

Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus, mengungkapkan sebaliknya.

Ia juga mengatakan bahwa komentar awal dari delegasi Korut tidak mencerminkan isi atau semangat dari diskusi yang berlangsung selama delapan setengah jam pada hari itu.

"AS membawa ide-ide kreatif dan diskusi berlangsung baik dengan rekan-rekan DPRK (Republik Rakyat Demokratik Korea)," ungkap Ortagus.

Ortagus mengatakan bahwa AS melakukan pratinjau sejumlah inisiatif baru yang akan memungkinkan masing-masing pihak membuat kemajuan dari pernyataan yang dicapai pada Konferensi Tingkat Tinggi  anraraTrump dan Kim Jong-un di Singapura, 2018 lalu.

"AS dan DPRK tidak akan mengatasi warisan perang dan permusuhan 70 tahun di Semenanjung Korea melalui satu pertemuan Sabtu ini saja. Ini adalah masalah berat," tukas Ortagus.

Pertemuan Korut dan AS yang berlangsung di sebuah pulau lepas Stockholm tersebut menyusul kebuntuan berbulan-bulan setelah pertemuan antara Kim Jong-un dan Trump di Vietnam, Februari lalu.

pada Rabu (2/10) lalu, Korut mengklaim telah memasuki fase baru dalam kemampuan pertahanannya dengan melakukan uji coba rudal balistik yang diluncurkan kapal selam.

Namun, Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa rudal tersebut tampaknya diluncurkan dari platform berbasis laut, dan bukan kapal selam.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa diperkirakan akan mengadakan pembicaraan tertutup terkait uji coba rudal yang diluncurkan dari kapal selam oleh Korut pada awal pekan depan. Berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB, Korut melakukan peluncuran rudal balistik. (AFP/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More