Minggu 06 Oktober 2019, 11:45 WIB

PBB Minta Kekerasan Mematikan di Irak Dihentikan

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
PBB Minta Kekerasan Mematikan di Irak Dihentikan

AFP/AHMAD AL-RUBAYE
Sebuah kendaraan anti huru-hara Polisi Irak dibakar demonstran di Tayeran Square, Baghdad, Jumat (3/10/2019)

 

PEJABAT tinggi PBB di Irak Jeanine Hennis-Plasschaert menyesalkan insiden kekerasan dalam lima hari terakhir selama aksi protes yang menewaskan hampir 100 orang di seluruh negeri dan melukai ribuan orang. Ia mengatakan masalah itu harus dihentikan.

"Lima hari dilaporkan korban meninggal dan cedera. Ini harus dihentikan," ujar Jeanine Hennis-Plasschaert, perwakilan khusus sekretaris jenderal PBB di Irak, Sabtu (5/10), dalam sebuah cuitan.

Menurut komisi hak asasi manusia parlemen Irak, 99 orang telah tewas dan hampir 4.000 terluka sejak protes terhadap pengangguran dan kondisi kehidupan meletus pada Selasa di Baghdad sebelum menyebar ke selatan negara itu.

Rakyat Irak yang telah menghadapi konsekuensi dari proses pascainvasi, era pascakelompok teroris IS, korupsi, intervensi asing dan krisis ekonomi, turun ke jalanan-jalanan utama.

Baca juga: Korban Tewas Capai 60 Orang, Ulama Irak Desak Pemerintah Mundur

Irak adalah negara ketiga yang terguncang oleh protes massa di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), setelah Sudan dan Mesir.

Sedikitnya 99 orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya terluka dalam aksi protes massif yang berujung pada bentrokan dengan polisi.

Kebrutalan polisi yang menewaskan puluhan orang telah memicu lebih banyak protes di ibu kota, Baghdad. Para pengunjuk rasa yang mengutuk korupsi dan pengangguran bentrok dengan pasukan keamanan Irak selama dua hari terakhir. Polisi menggunakan gas air mata dan peluru plastik dan peluru tajam untuk membubarkan massa.

Namun, langkah itu belum mungkin untuk memadamkan para demonstran. Sebaliknya, penggunaan kekuatan yang berlebihan memicu lebih banyak protes dan menarik lebih banyak orang turun ke jalan. (AFP/OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More