Minggu 06 Oktober 2019, 07:52 WIB

Klopp Desak Hamza Choudhury Bermain Tenang dan tidak Kasar

Antara | Sepak Bola
Klopp Desak Hamza Choudhury Bermain Tenang dan tidak Kasar

AFP/Ben STANSALL
Hamza Choudhury

 

USAI melakukan pelanggaran yang sangat berbahaya kepada pemain Liverpool Mohamed Salah, sang Manajer The Reds -- julukan Liverpool -- Jurgen Klopp mendesak gelandang Leicester City Hamza Choudhury bermain lebih tenang lagi dan tidak kasar.

Penyerang Mesir itu terpaksa dirawat setelah tertatih-tatih akibat cedera pergelangan kaki pada menit ke-89 saat The Reds menang 2-1 dalam pertandingan Liga Inggris di Anfield, Sabtu (5/10) malam, setelah ditekel dari belakang yang liar dari pemain Leicester tersebut.

Klopp sangat marah terhadap kontak sembrono itu. Klopp menilai seharusnya Choudhury diganjar kartu merah, bukan kartu kuning.

"Itu pelanggaran yang sungguh tak bisa dibenarkan," kata Klopp dalam laman ESPN.

"Bagaimana bisa dia melakukannya karena bola sudah lewat. Pemain itu berlari sekuat tenaga untuk menjatuhkannya tanpa ada bola di sekitarnya," sambung Klopp.

"Ini berbahaya sekali. Saya tidak ingin membuat masalah dengan bocah itu, tetapi dia harus ditenangkan."

Baca juga: Klopp: Saya Bangga Melatih Liverpool

Manajer Leicester Brendan Rodgers tidak setuju dengan analisis Klopp tersebut.

"Saya kira itu bukan pelanggaran terlalu keras," kata Rodgers.

Choudhury memiliki reputasi buruk dalam duel dengan pemain lawan. Dia pernah diusir dari lapangan saat U-21 Inggris menghadapi Prancis karena mengganjal keras pemain Prancis Jonathan Bamba pada Juni.

Dua bulan kemudian, manajer Newcastle United, Steve Bruce, sewot melihat pemain berusia 22 tahun itu mencederai pemainnya Matt Ritchie yang disebutnya "tekel horor" pada Piala Carabao di St James 'Park .

"Bukan situasi pertama seperti ini," kata Klopp.

"Dia pemain super, tetapi pelanggaran semacam ini, tidak".(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More