Sabtu 05 Oktober 2019, 13:50 WIB

Waspadai Konsep Peperangan Baru di Era Damai

Alexander P Taum | Nusantara
Waspadai Konsep Peperangan Baru di Era Damai

MI/Alex P Taum
Bupati Kabupaten Sikka, Fransiskus Roberto Diogo sebagai inspektur upacara HUT ke-74 TNI di lapangan umum Kota Baru Maumere, Sabtu (5/10)

 

PANGLIMA TNI, Hadi Tjahjanto mengingatkan seluruh jajaran TNI untuk mewaspadai perkembangan baru model peperangan siber, seiringi perkembangan teknologi informasi semakin canggih. Amanat Panglima TNI dibacakan oleh Bupati Kabupaten Sikka, Fransiskus Roberto Diogo selaku inspektur upacara HUT ke-74 TNI yang digelar di lapangan umum Kota Baru Maumere, Sabtu (5/10)

Konsep-konsep ini pun mengaburkan filosofi perang konvensional dengan menggeser dimensi waktu, karena perang-perang tersebut terjadi di masa damai. Ditambah lagi potensi bencana alam yang dapat terjadi setiap saat. Ancaman militer dan nir militer berubah dan TNI harus siap menghadapinya.

"Per0kembangan dunia telah menciptakan dimensi dan metode peperangan baru. Kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia, juga membawa dampak distruktif di berbagai bidang. Hal ini telah menjadikan konsep peperangan menjadi tidak lagi terbatas dalam suatu batas teritorial dan masuk ke berbagai dimensi. Sebagai contoh perang siber yang disertai perang informasi, walaupun tidak menghancurkan, namun sangat merusak bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara," ujar Panglima TNI.

Menghadapi kompleksitas ancaman di atas, diperlukan postur TNI ideal yang dibangun sesuai kebijakan pertahanan negara, dan disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Pembangunan postur TNI meliputi pembangunan kekuatan, pembinaan kemampuan dan gelar kekuatan TNI.

Dalam rangka pembangunan kekuatan TNI, telah dibentuk empat organisasi baru pada kurun waktu 2018 sampai 2019, yaitu pembentukan Divisi Infanteri-3/ Kostrad, Koarmada III, Koopsau III dan Pasmar-3 Korps Marinir pada 11 Mei 2018, guna menghadapi trouble spot di wilayah Indonesia bagian timur. Pembentukan Satuan TNI Terintegrasi (STT) Natuna pada 18 Desember 2018 sebagai pangkalan maju bagi unsur-unsur TNI yang beroperasi di wilayah utara Indonesia. Kemudian pembentukan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI pada 30 Juli 2019 untuk menyelenggarakan operasi khusus guna menyelamatkan kepentingan nasional di dalam maupun di luar wilayah NKRI. Dan pembentukan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, II dan III pada tanggal 27 September 2019 untuk menyelenggarakan kampanye militer, operasi gabungan dan operasi lainnya dalam rangka melaksanakan tugas pokok TNI.

Dalam melaksanakan tugas pokoknya,TNI harus bahu-membahu dan bersinergi dengan berbagai komponen bangsa lainnya. Berbagai kekuatan yang bersatu itu akan menghasilkan energi yang luar biasa bagi kemajuan bangsa.

baca juga: Kejutan Kue Ulangtahun Dari Polwan Untuk Para Prajurit

"Untuk itu, saya akan memberikan penekanan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI dimana pun berada dan bertugas, untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagai berikut. Perkokoh iman dan takwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta luaskan hati untuk terus beribadah, karena hanya kepada-Nya lah kita berserah diri. Tingkatkan soliditas TNI, pegang
teguh nilai-nilai keprajuritan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat, agar kita selalu menjadi pemersatu dan perekat bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Tingkatkan kewaspadaan dan profesionalitas serta kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang kian kompleks. Sikapi berbagai kemajuan dengan bijak, jadilah agen perubahan yang positif. Jalanilah setiap tugas secara ikhlas, karena tugas kita adalah semata-mata untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta ini."

Upacara HUT ke-74 TNI juga dihadiri Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga dan jajaran TNI, Polri, dan masyarakat. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More