Sabtu 05 Oktober 2019, 11:08 WIB

Lembaga Desa Hutan Minta Pemkab Evakuasi Drum Limbah

Cikwan Suwandi | Nusantara
Lembaga Desa Hutan Minta Pemkab Evakuasi Drum Limbah

MI/Cikwan Suwandi
Drum-drum berisi limbah bahan berbahaya beracun (B3) dibuang di Perhutani Kampung Pegadungan, Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, Karawang

 

LEMBAGA Masyarakat Desa Hutan (LMDH) meminta pemerintah dan penegak hukum untuk mengevakuasi drum-drum berisi limbah bahan berbahaya beracun (B3) dari hutan Perhutani Kampung Pegadungan, Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan, Karawang, Jawa Barat.

"Kita meminta untuk segera di evakuasi terlebih dahulu. Karena baunya sangat mengganggu para petani di sana," kata Koordinator LMDH Jawa Barat, Nace Permana saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (5/10).

Para petani LMDH yang jaraknya tak jauh dari lokasi pembuangan limbah merasakan bau yang cukup menyengat. Menurut Nace, jarak bau bisa tercium hingga radius 500 meter.

"Mereka melaporkan kepada kami, baunya juga mengganggu petani sekitar hingga radius 500 meter. Kita khawatir itu bisa mengganggu kesehatan masyarakat," katanya.

Nace juga berharap polisi dan pemerintah bisa mengungkap pelakunya. Bahkan bukti awal sudah ditemukan dengan adanya sejumlah logo perusahaan pada drum-drum tersebut.

"Harusnya pelakunya bisa cepat terungkap. Kami sangat berharap bisa diungkap, karena sudah ada bukti jelas dari drum-drum tersebut bisa dilacak," kata Nace.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Wawan Setiawan mengatakan pihaknya telah mengambil sampel terhadap limbah tersebut.  

"Tim sudah kesana. Hanya saja saya belum menerima laporan itu zat apa," katanya.

Selain itu, pihak DLHK juga sudah melakukan koordinasi dengan Unit Tipiter Polres Karawang untuk mengungkap pemilik drum-drum limbah yang dibuang di hutan Perhutani.

Polres Karawang, Jawa Barat masih melakukan penyelidikan pelaku pembuang drum-drum limbah mengandung bahan berbahaya beracun (B3) di tengah hutan Perhutani Kampung Pegadungan, Desa Tamanmekar, Kecamatan Pangkalan.

"Untuk tahapan selanjutnya masih dalam penyelidikan," ungkap Kapolres Karawang AKB Nuredy Irwansyah Putra kepada Media Indonesia, Jumat (4/10).

baca juga: Tiga Pendaki Asal Singapura Berhasil Dievakuasi

Nuredy menjelaskan setelah pihak kepolisian melakukan pengecekan lapangan, ditemukan 11 drum. Terdapat 4 drum masih berisi cairan limbah B3 dan 7 drum kosong.

"Kalau dari keterangan masyarakat pembuangan limbah terjadi pada hari Rabu 2 Oktober sekitar Pukul 05.00 wib dini hari," terang Nuredy. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More