Sabtu 05 Oktober 2019, 06:10 WIB

Asap Karhutla sudah Bersih

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Asap Karhutla sudah Bersih

(ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugardiman (tengah) saat konferensi pers terkait karhutla

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menegaskan sudah tidak ada lagi asap lintas batas yang menyeberang ke negara tetangga akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Indonesia.

"Dari pemantauan BMKG pada 13 sampai 22 September memang masih ada asap lintas batas ke Semenanjung Malaysia, tetapi sekarang tidak lagi," kata Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Ruandha Agung Sugardiman di Jakarta, kemarin. Dijelaskan, keberhasilan penanganan asap lintas batas itu disebabkan penerapan berbagai upaya, di antaranya teknologi modifikasi cuaca, bom air (water boombing) serta penurunan langsung pasukan Manggala Agni ke titik kebakaran," ujarnya.

Penerapan teknologi modifikasi cuaca itu bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta TNI. Upaya teknologi modifikasi cuaca dianggap cukup berhasil karena mampu mendatangkan hujan buatan di sejumlah wilayah terdampak karhutla.

Di sisi hukum, pemerintah telah bertindak tegas dengan menyegel 64 perusahaan dan 20 di antaranya korporasi asal Singapura, Hong Kong, dan Malaysia. Lebih rinci 47 merupakan unit perkebunan kelapa sawit, 13 unit hutan tanaman, 1 unit restorasi ekosistem, kemudian 3 unit hutan alam dengan luas areal terbakar 14 ribu hektare lebih yang tersebar di sejumlah titik.

Untuk mencegah karhutla, KLHK kini juga mewajibkan setiap perusahaan pemegang izin di areal hutan harus memiliki brigade pengendalian kebakaran hutan dan lahan (brigdal karhutla). Keharusan itu untuk mencegah terjadinya karhutla sekaligus menegakkan peraturan perundangan. "Perusahaan juga harus punya sistem monitoring sendiri serta menara atau pemantau api," tegas Ruandha.

Kepatuhan perusahaan tentunya berdampak baik pada pengeluaran anggaran jika terjadi karhutla. Dalam penanganan karhutla, pemerintah harus menyewa helikopter dan alat berat dalam jumlah besar. Menurut Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles Brotestes Panjaitan, kementeriannya telah menghabiskan biaya hingga Rp105 miliar untuk penanganan karhutla 2019.

Keanekaragaman hayati

Karhutla di Sumatra dan Kalimantan yang terjadi selama ini berdampak serius pada ekosistem, keanekaragaman hayati, serta jasa lingkungannya. "Lokasi yang terbakar berakibat terbukanya kondisi lahan dan langsung terpapar matahari sehingga menurunkan fungsinya sebagai penyedia unsur hara bagi tumbuhan untuk regenerasi hutan.

Menurut Kepala Pusat Penelitian Biologi LIPI Joeni Setijo Rahajoe, kemarin, kebakaran yang luas juga berdampak pada hilangnya sumber biji-bijian yang diharapkan akan tumbuh kembali di musim hujan serta menjadi sumber pengkayaan keanekaragaman hayati. Biasanya setelah dua sampai tiga tahun, jenis paku-pakuan serta tumbuhan pionir lainnya mulai muncul di beberapa titik lokasi kebakaran hutan.

Untuk diketahui, tipe ekosistem wilayah Sumatra dan Kalimantan merentang dari ekosistem laut, air tawar, pantai, dan daratan. Daratan Kalimantan dan Sumatra terdiri atas berbagai jenis hutan. (Ant/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More