Sabtu 05 Oktober 2019, 01:00 WIB

11 Kandidat Berebut Posisi Ketum PSSI

Faj/R-2 | Olahraga
11 Kandidat Berebut Posisi Ketum PSSI

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Ketua Komite Pemilihan Syarif Bastaman (kanan) didampingi Anggota Komite Pemilihan Irawadi Hanafie (kiri) saat menyampaikan keterangan pers.

KOMITE Pemilihan (KP) merilis 11 nama yang menjadi calon Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode 2019-2023. Setelah menutup pendaftaran pada Rabu (2/10), KP merilis nama-nama calon orang nomor satu PSSI yang memiliki latar belakang beragam, mulai unsur kepolisian, purnawirawan TNI, pengusaha, hingga pejabat publik.

Adapun 11 nama tersebut, yakni CEO Nine Sports Arif Putra Wicaksono, Brigjen (Purn) Benhard Limbong, Ketua DPD La Nyalla Mattaliti, Komjen M Iriawan. Lalu, ada politikus Partai Gerindra Fary Djemi Francis, Chairman Klub Sepak Bola Brisbane Roar Rahim Soekasah, wartawan olahraga senior Yesayas Oktoavianus, pengusaha Vijaya Fitriyasa, Sarman, Aven S Hinelo, dan Benny Erwin.

Ketua KP Syarif Bastaman mengatakan calon ketua umum PSSI tersebut telah mendapatkan dukungan dari para voters dan bersedia menerima dukungan tersebut. "Jadi kami sudah konfirmasi soal calon yang menerima dukungan dari voters dan bersedia untuk maju jadi calon ketua umum PSSI. Kami juga konfirmasi dukungan dari voters," kata Syarif saat memberi keterangan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, kemarin.

Sementara itu, untuk calon wakil ketua umum, KP mencatat 20 nama. Beberapa nama, yakni Augie Benyamin, Benny Erwin, Budi Setiawan, Cucu Somantri, Doli Sinomba Siregar, Gusti Randa, Hinca Panjaitan, hingga Iwan Budianto.

Posisi calon anggota eksekutif, KP menerima 91 nama. Nama-nama tenar masuk daftar, seperti Andi Darussalam Tabusala, Hinca Panjaitan, Gusti Randa, Justinus Laksana, Ponaryo Astaman, Umuh Muchtar, serta Andre Rosiade.

Tahap selanjutnya, calon ketua umum meneken formulir integritas dan diserahkan kepada Komisi Disiplin PSSI. Calon diselisik tidak pernah terlibat kasus hukum.

Di bagian lain, PSSI memindahkan laga kandang Indonesia melawan Vietnam di ajang kualifikasi Piala Dunia 2002 dari Jakarta ke Bali. Pertandingan pada 15 Oktober itu digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Hal itu diungkapkan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria di laman PSSI, kemarin. Pemindahan itu ditempuh PSSI karena alasan keamanan. "Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memenuhi permohonan PSSI untuk menggelar pertandingan di Bali," jelas Ratu Tisha. (Faj/R-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More