Jumat 04 Oktober 2019, 22:00 WIB

Pemimpin Hong Kong Larang Demo dengan Penutup Wajah

CNA/AFP/Hym/I-1 | Internasional
Pemimpin Hong Kong Larang Demo dengan Penutup Wajah

Mohd RASFAN / AFP
Para pengunjuk rasa memakai masker dan mengangkat tangan sebagai tanda penolakan atas kebijakan baru pemerintah, larangan memakai masker.

 

PEMIMPIN Hong Kong Carrie Lam akhirnya mengumumkan larangan bagi demonstran untuk menggunakan masker wajah. Dalam empat bulan terakhir, terjadi hampir 400 demonstrasi, terdapat 1.100 korban luka, dengan 300 di antaranya merupakan polisi.

Pemimpin Hong Kong berusia 62 tahun itu menyebut aksi protes makin menjadi dengan kerusakan yang ditimbulkan demonstran garis keras makin terorganisasi. "Sementara itu, warga dan perusahaan di Hong Kong khawatir dan orang-orang terus menanyakan kapankah situasi bakal kondusif," katanya.

Karena itu, dia menegaskan, tidak menoleransi eskalasi unjuk rasa dan mempertimbangkan peraturan untuk memadamkannya.

"Pagi ini, saya menggelar pertemuan khusus dan memutuskan menerapkan aturan larangan pemakaian penutup wajah," tegasnya.

Dia menyatakan aturan tersebut bakal berlaku secara otomatis pada Jumat tengah malam waktu setempat. Namun, dia menegaskan, Hong Kong belum berada dalam status darurat.

Aktivis demokrasi terkemuka Joshua Wong mengatakan, undang-undang itu menandai awal dari akhir Hong Kong.

"Sangat ironis bahwa senjata era kolonial digunakan oleh pemerintah Hong Kong dan Partai Komunis Tiongkok," katanya kepada AFP.

Terakhir kali undang-undang itu diajukan ialah selama kerusuhan 1967--periode lebih dari 50 orang terbunuh dalam pengeboman dan pembunuhan selama setahun.

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan Lam harus mematuhi tuannya, tapi pada saat yang sama dia harus meminta nuraninya.

"Untuk administrator (Lam), saya pikir yang terbaik ialah mengundurkan diri," tegas Mahathir.

Mahathir mengatakan, pada akhirnya Tiongkok akan mengirim militer dan mengambil tindakan keras untuk mengakhiri demonstrasi. "Saya pikir pada akhirnya itulah yang akan dilakukan Tiongkok (di Hong Kong)." (CNA/AFP/Hym/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More