Jumat 04 Oktober 2019, 20:33 WIB

Nasdem: Amendemen UUD harus Dilihat Komperhensif

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Nasdem: Amendemen UUD harus Dilihat Komperhensif

Mi/ Rommy Pujianto
Johnny G Plate

 

SEKJEN Partai NasDem Johnny G Plate menilai amendemen UUD 1945 harus dilakukan secara komperhensif. Karena pada dasarnya amendemen UUD tidak amengenal istilah terbatas.

Namun, dengan catatan harus dipenuhi substansi-substansi yang dibutuhkan dalam konstitusi negara.

"Untuk itu harus dilakukan pendalaman dengan komperhensif terkait dengan level Konstitusi saat ini dan masa depan. Harus didasari dengan ideologi bernegara kita. Jadi bukan hanya satu topik langsung diamandemen. Jangan begitu. Tapi harus dengan analisa mendalam," kata Johnny saat dihubungi Jumat (4/10).


Menurut Johnny, banyak pendapat yang diusulkan masyarakat terkait amendemen UUD 1945, seperti GBHN, evaluasi keserentakan Pemilu, masa bakti Presiden dua periode atau satu periode dengan masa jabatan berbeda, dan kembali UUD yang asli.

"Hal itu harus dianalisa secara mendalam dan evaluasi seluruh aspek semua. Mengapa GBHN yang muncul saat ini karena itu warisan dari MPR periode lalu yang masa baktinya habis 30 September lalu," jelasnya.

Selain itu, amenedemen UUD juga harus diperhatikan manfaatnya bagi masyarakat, implikasinya bagi negara, kepentingan nasional, dan lainnya.

"Harus dilihat secara komperhensif untuk kepentingan kekinian masa depan Indonesia. Menyerap seluruh aspirasi masyarakat yang berkembang. GBHN bertujuan untuk pembangunan dan fokusnya itu," tandasnya.

"Jadi, tidak asal hanya satu materi pokok merubah amandemen. Harus dilihat secara komperhensif. Selain itu, kita juga harus melihat simulasi perpolitikan yang tepat," imbuhnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More