Jumat 04 Oktober 2019, 18:26 WIB

Diperiksa KPK, Rizal Djalil: Saya Kooperatif

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Diperiksa KPK, Rizal Djalil: Saya Kooperatif

ANTARA/SIGID KURNIAWAN
Anggota BPK Rizal Djalil berjalan seusai diperiksa di kantor KPK, Jakarta, Jumat (4/10).

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rizal Djalil yang menjadi tersangka kasus suap proyek pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Rizal diperiksa sebagai saksi untuk satu tersangka lain dalam kasus yang sama, yakni Komisaris Utama PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminta Prasetyo. Usai menjalani pemeriksaan, ia enggan membeberkan materi pemeriksaan dan mengaku kooperatif sehubungan proses hukum yang dijalaninya.

"Soal substansi nanti saja. Untuk pemeriksaan hari ini tanyakan ke penyidik. Semuanya sudah dijelaskan ke penyidik dan saya siap memberikan keterangan yang diperlukan. Dokumennya banyak sudah diserahkan," kata Rizal di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (4/10).

Ia enggan menjelaskan rinci terkait dokumen-dokumen yang diserahkan kepada penyidik tersebut. Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, pemeriksaan Rizal merupakan penjadwalan ulang dari agenda sebelumnya.

Baca juga: Komisi Antirasuah Periksa Anak Rizal Djalil

Sebelumnya, KPK juga memeriksa anak Rizal Djalil yakni Dipo Nurhadi Ilham. Dipo diperiksa untuk dua tersangka berbeda, yakni Rizal dan Leonardo. KPK menduga politikus Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga pengusaha itu mengetahui dugaan aliran suap dari Leonardo kepada Rizal.

"KPK mendalami pengetahuan para saksi terkait dengan dugaan aliran dana, proses pemberian atau juga komunikasi-komunikasi terkait dengan aliran dana kepada dua tersangka tersebut," imbuh Febri.

Dalam kasus itu, KPK menduga Rizal turut memuluskan agar PT Minarta Dutahutama mendapatkan proyek di lingkungan Direktorat SPAM Kementerian PUPR yaitu proyek SPAM Jaringan Distribusi Utama (JDU) Hongaria dengan pagu anggaran Rp79,27 miliar.

Rizal diduga merima suap dari Leonardo selaku komisaris perusahaan tersebut senilai SG$100 ribu.

Kasus itu merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) sebelumnya. Saat itu, KPK menjerat 8 orang sebagai tersangka yang saat ini telah divonis bersalah menerima dan/atau memberikan suap. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More