Jumat 04 Oktober 2019, 16:05 WIB

Mikroplastik Terdeteksi di Feses Manusia

Abdillah Marzuqi | Weekend
Mikroplastik Terdeteksi di Feses Manusia

Antara
Sampah plastik mencemari sebuah danau di Aceh. Sampah tersebut dapat menjadi sumber pencemaran mikroplastik.

PENELITIAN terbaru yang dilakukan oleh Ecoton dan Pulau Plastik mengungkap ada mikroplastik dalam tubuh manusia. Temuan itu didasarkan pada sampel feses yang diperoeh dari 63 sukarelawan yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa dan Bali.

"Dari 63 itu memang sudah positif ada mikroplastik di feses," terang peneliti Ecoton, Andreas Agus Kristanto Nugroho saat dihubungi Media Indonesia (2/10).

Penelitian itu bermula Juli hingga Oktober 2019. Ecoton menargetkan 100 sampel feses yang diteliti hingga akhir periode tersebut.

Sampel diperoleh bukan hanya di kawasan pemukiman sekitar Sungai Brantas, melainkan juga dari beberapa wilayah lain yakni Bali, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Kediri, Malang, Karawang, Bogor, dan Yogyakarta.

Mikroplastik yang ditemukan juga beragam, yakni fragmen, fiber, filamen, dan granula. "Itu bisa mengindikasikan bahwa mikroplastik itu sudah tidak hanya mengancam makhuk hidup yang ada di daerah yang kita teliti dulu. Kita dulu kan meneliti perut ikan. Ternyata manusia juga sudah ada mikroplastiknya," sambung Andreas
.
Menurutnya, mikroplastik bisa masuk ke dalam tubuh melalui banyak cara. Tidak hanya makanan dan minuman, mikroplastik juga bisa masuk melalui udara yang terhirup.

Penelitian itu juga dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan kandungan mikroplastik antara sampel yang didapat di daerah aliran sungai (DAS) Sungai Brantas dan di luar DAS.

"Dari Juli kira-kira sudah dapat 40-an. Ini sudah tambah sampai 63. Ini juga mau dipisahkan antara sampel dari DAS Brantas dan di luar DAS Brantas," pungkasnya.

Selain soal lingkungan, penelitian ini juga dimaksudkan untuk mengetahui kaitan antara perilaku manusia dengan kandungan mikroplastik dalam tubuh. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More