Jumat 04 Oktober 2019, 10:50 WIB

Penaikan Anggaran TGUPP Menuai Kritik

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Penaikan Anggaran TGUPP Menuai Kritik

MI/Saskia Anindya Putri
Anggota DPRD Fraksi PSI William Aditya Sarana.

 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali mengusulkan penaikan anggaran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) untuk 2020.

Pada draf Kebijakan Umum APBD dan Plafon Prioritas Sementara (KUAPPAS) 2020 anggaran sementara TGUPP tercantum dalam anggaran Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta.

Nilai anggaran sementara TGUPP yang diusulkan Rp26,5 miliar tanpa rincian, sedangkan anggaran TGUPP tahun 2019 Rp18,9 miliar. Berarti ada penaikan Rp7,5 miliar atau 40%.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah angka itu dan mengaku tidak tahu-menahu atas usulan itu.

"Tidak, tidak (berubah). Tetap. Tidak ada perubahan. Tetap, sama terus. Kita tetap, anggarannya tidak berubah," sanggahnya seusai rapat paripurna di Gedung DPRD DKI, Kamis (3/10).

Anies berjanji akan memanggil jajaran Bappeda untuk mengkaji kembali usulan tersebut.

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD DKI Jakarta mengkritisi usulan tersebut. Anggota DPRD dari Fraksi PSI William Aditya Sarana mengatakan peningkatannya sangat signifikan.

"Kalau enggak salah, target kan 40 dokumen. Jadi, kalau dihitung-hitung dengan anggaran hampir Rp29 miliar, sekitar Rp500 juta per dokumen," ungkap William di Gedung DPRD DKI, Kamis (3/10).

Alhasil William berpendapat bahwa kini dia belum melihat urgensi menaikkan anggaran TGUPP.

"Menurut saya, TGUPP itu tidak perlu. Nyatanya TGUPP itu tidak mencerminkan. Banyaknya anggaran dan banyaknya personel di TGUPP itu enggak mencerminkan kinerja Pak Gubernur sekarang. Jadi, sebenarnya mboros-mborosi anggaran," tukasnya.

Selain itu, William menyoroti pengawasan. "Nah, itu juga yang kita jadikan perhatian karena kami di komisi A pun, walaupun itu anggaran dari Bappeda, tapi kami tidak bisa melakukan pengawasan secara langsung ke TGUPP. Makanya, dilemanya di sini. Sudah anggaran besar, hasil tidak ada, kita tidak bisa mengawasi. Akhirnya bisa jadi TGUPP jadi bagi-bagi kursi jabatan saja," tandasnya.

Kepala Bappeda DKI Jakarta Sri Mahendra mengungkapkan anggaran sementara yang dipastikan diusulkan Rp21 miliar. Nilai Rp26,5 miliar ialah angka yang disediakan untuk mengantisipasi adanya penambahan anggota TGUPP. (Put/J-2)

Baca Juga

MI/Lina Herlina

Polri Tangani 18 Kasus Penimbunan Masker

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 02 April 2020, 21:55 WIB
Mabes Polri tengah menangani 18 kasus dengan 33 tersangka dalam kasus penimbunan masker dan hand sanitizer hingga Kamis...
MI/Ramdani

Covid-19, Pemprov Klaim Kualitas Udara Jakarta Kalahkan Paris

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 02 April 2020, 21:43 WIB
"Kualitas udara Jakarta lebih bagus dari Paris, Melbourne, Vienna dan Singapura," kata Yogi kepada Media Indonesia, Jakarta,...
Antara

Anies: Tingkat Kematian akibat Covid-19 amat Memprihatinkan

👤Selamat Saragih 🕔Kamis 02 April 2020, 20:57 WIB
Anies menyampaikan hal itu dalam video conference dengan Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin yang disiarkan melalui akun YouTube Wapres RI,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya