Jumat 04 Oktober 2019, 09:40 WIB

PLN dan Pertamina Sepakati Joint Venture Bisnis Kelistrikan

Atalya Puspa | Ekonomi
PLN dan Pertamina Sepakati Joint Venture Bisnis Kelistrikan

MI/Sumaryanto
Ilustrasi

 

PERTAMINA dan PLN sepakat membentuk joint venture dalam bisnis kelistrikan berbasis gas, LNG dan energi terbarukan, baik di dalam maupun di luar negeri. Kesepakatan tersebut dijalankan oleh anak perusahaan masing-masing, yakni PT Pertamina Power Indonesia (PPI) sebagai anak usaha Pertamina dan PT Indonesia Power (PI), anak usaha PLN.

President Director PPI, Ginanjar, menyampaikan bahwa kerja sama kedua anak perusahaan BUMN ini merupakan perwujudan mimpi untuk mengoptimalkan human capital Indonesia, sekaligus meningkatkan expertise dan capabilities anak bangsa.

“Sebagai perusahaan nasional, tentunya hal ini menjadi kewajiban moral kami untuk selalu melakukan percepatan proses transformasi technology, knowledge dan skill, serta peningkatan expertise, dan capabilities agar Indonesia bisa mandiri," ujar Ginanjar dalam keterangan resmi, Kamis (3/10).

Selain sepakat membentuk joint venture di bisnis kelistrikan, imbuh Ginanjar, kedua belah pihak juga sepakat kerja sama dalam bidang operation & maintenance (O&M), maupun sebagai pengembang independent power producer (IPP) berbasis gas atau LNG dan energi baru terbarukan.

Direktur Utama IP, Ahsin Sidqi, menambahkan dengan pengalamannya yang luas dan jam terbang yang tinggi dalam bidang O&M pembangkit listrik, akan memberikan jaminan operasional yang handal dan nilai tambah berupa competitiveness. Terutama untuk proyek-proyek pembangkit yang saat ini sedang dikembangkan oleh PPI, dan proyek-proyek yang akan dikembangkan bersama.

Bagi IP sendiri, selain menjadi ajang untuk mengintroduksi expertise  yang sudah dimilikinya, juga merupakan kesempatan yang baik untuk mengembangkan expertise IP di proyek pembangkit dengan skala lebih besar. Dan teknologi terkini yang terus berkembang yang tentunya akan menjadi kebanggaan bangsa.

PPI saat ini sedang melaksanakan pengembangan pembangkit listrik, di antaranya pembangkit listrik bertenaga gas dan uap (PLTGU) Jawa-1 1760MW yang sedang dalam tahap konstruksi dan akan mulai beroperasi pada 2021. Kemudian PLTGU Bangladesh 1200MW yang sedang dalam tahap pengembangan, pembangkit listrik bertenaga surya (PLTS) Badak 4MW, pembangkit listrik bertenaga biogass (PLTBG) Sei Mangkei 2.4MW, serta proyek-proyek pembangkit listrik energi terbarukan dan energy creative lainnya. Termasuk electric vehicle dengan beberapa first class partners.

baca juga: LED Ecolink, Lampu LED Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Ginanjar lebih lanjut menyampaikan, kerja sama pengelolaan proyek-proyek melalui sinergi kedua anak perusahaan BUMN tersebut juga memberikan keuntungan ekonomis. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More