Jumat 04 Oktober 2019, 07:31 WIB

Wamena Kondusif, Pengungsi Diimbau Pulang ke Rumah

Antara | Nusantara
Wamena Kondusif, Pengungsi Diimbau Pulang ke Rumah

Antara
Sejumlah pedagang berjualan di Pasar Sinakma, Wamena, Papua, Rabu (2/10). Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan situasi Wamena sudah kondusif

 

KEPALA Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto mengimbau warga yang masih mengungsi di 34 posko, dan masih memiliki tempat tinggal, diimbau kembali ke rumah. Menyusul situasi dan kondisi sudah mulai kondusif dan perekonomian kembali normal pasca kerusuhan anarkis pada Senin (23/9).    

"Pasca kerusuhan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, 23 september 2019, membuat belasan ribu warga mengungsi di 34 posko. Namun setelah sepekan situasi dan kondisi di Wamena mulai kondusif," kata Eko Daryanto di Jayapura, Kamis (3/10) malam.    
   
Mulai kondusifnya kota Wamena, kata dia, ditandai dengan sejumlah tempat usaha dan pasar tradisional mulai kembali dibuka. Bahkan Pasar Wouma dan Jalan Irian yang berada di pusat kota Wamena terlihat sudah normal. Aktivitas jual beli sudah berjalan seperti biasanya. Untuk itu pengungsi yang masih memiliki rumah bisa kembali ke rumah dan beraktivitas seperti biasa.

"Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan aparat TNI/Polri memberikan jaminan keamanan kepada seluruh warga Indonesia yang tinggal di Wamena untuk kembali ke rumah. Dan beraktivitas seperti biasanya,"  ujarnya.    

Hingga saat ini jumlah pengungsi Wamena yang berada di Jayapura mencapai 8.000 orang lebih. Sedangkan pengungsi yang masih ditampung di posko Kota Wamena sekitar belasan ribu orang.

baca juga: 132 Perantau Sumbar Dari Wamena Tiba di Padang

Selanjutnya, sebanyak 220 orang pengungsi telah dipulangkan ke kampung halamannya. Penyebabnya kondisi geografis Kota Wamena sangat dingin  membuat para pengungsi terserang penyakit diare dan ispa. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More