Jumat 04 Oktober 2019, 07:20 WIB

132 Perantau Sumbar Dari Wamena Tiba di Padang

Antara | Nusantara
132 Perantau Sumbar Dari Wamena Tiba di Padang

Antara
Perantau dari berbagai daerah mulai meninggalkan Wamena dan pulang ke kampung halaman masing-masing dengan menggunakan pesawat hercules TNI.

 

SEBANYAK 132 perantau asal Sumatera Barat (Sumbar) yang bermukim di Wamena, Provinsi Papua, difasilitasi lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Jumat (4/10) sekitar pukul 01.50 WIB.

"Ini adalah rombongan yang berangkat dari Sentani berlanjut ke Balikpapan, dan kemudian mendarat di BIM. Seluruhnya berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan," kata Dewan Pembina ACT N Imam Akbari, di Padang, Jumat (4/10).

Sesampainya di bandara, ratusan perantau tersebut juga disediakan bus untuk mengantar ke Kabupaten Pesisir Selatan. Salah satu perantau, Yusnaniar mengaku lega sudah bisa sampai di Sumbar dengan selamat. Ia pulang bersama suami Firman, 38 serta tiga orang anaknya.   Ia sudah merantau ke Wamena sejak 2007 dan di sana berdagang sembako dan kebutuhan harian, tepatnya di kawasan Pasar Baru.    

Ia mengaku cemas ketika peristiwa kerusuhan pecah pada 23 September, kedua anaknya sedang berada di sekolah.

"Satu anak saya sekolah SMP kelas 1, satu lagi kelas 2 SD. Ini yang menimbulkan kecemasan, namun saya terus berdoa demi keselamatannya dan mendatangi sekolah tersebut," terang Yusnaniar.

Menurutnya para pendemo sempat merusak gerbang sekolah. Namun Yusnaniar menemukan anaknya berada di kekas berkumpul dengan teman-temannya.

"Setelah menjemput anak, saya pulang dulu, kemudian langsung ke tempat pengungsian di Kodim," katanya.            

Kedatangan perantau dari Wamena di BIM tersebut merupakan gelombang kedua, setelah rombongan pertama mendarat pada Kamis (3/10) sekitar pukul 20.40 WIB sebanyak 50 orang.   

ACT akan terus memfasilitasi kepulangan para perantau. Untuk hari ini direncanakan akan datang sebanyak 80 hingga 90 orang dari sejumlah penerbangan.    

"Kami juga memantau perantau yang berangkat dari Papua ke Jakarta menggunakan kapal. Jika bisa diupayakan dari Jakarta ke Padang bisa menggunakan pesawat," terang Imam Akbari dari ACT.

baca juga: Pelajar Dusun Babakan Kadu dan Wangun tak Lagi Menantang Bahaya

Selain mengevakuasi warga perantau, ATC juga melakukan kampanye damai agar peristiwa ini tidak terulang kembali. Dan tidak menyisakan dendam dan preseden buruk.

"Kampanye ini merupakan momentum sekaligus stimulan untuk semakin memperkuat persatuan dan kesatuan anak bangsa untuk menyusun masa depan lebih baik," pungkas Imam Akbari. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More