Kamis 03 Oktober 2019, 17:30 WIB

Calon Menhan Harus Paham Strategi Pertahanan Nasional

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Calon Menhan Harus Paham Strategi Pertahanan Nasional

Ist
Letjen TNI (Purn) Prof DR Syarifudin Tippe

 

SEMAKIN dekat menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin, semakin banyak pula prediksi dan harapan-harapan publik terhadap sosok menteri-menteri kapabel, memiliki akuntabilitas dan intelektualitas yang baik, serta cocok untuk membangun Indonesia 5 tahun ke depan.

Menurut pengamat militer dan pertahanan Prof Salim Said, nama-nama menteri yang terpilih nanti merupakan hak prerogatif Presiden.

"Yang tahu semua itu hanya Pak Jokowi, siapa saja calon menteri yang cocok untuk jabatan tertentu, semua yang menentukan dan memastikan keterpilihannya hanya pak Jokowi, itu hak prerogatifnya sebagai presiden," katanya, di Jakarta, Kamis (3/10).

Terkait sosok Menteri Pertahanan, dari sekian nama yang muncul, salah satunya ialah Letjen TNI (Purn) Prof DR Syarifudin Tippe, Salim Said yang juga Guru Besar Universitas Pertahanan (Unhan) itu menilai Syarifudin yang notabene mantan mahasiswanya dan pernah juga jadi atasannya selaku Rektor Unhan sangat cocok menduduki kursi Menteri Pertahanan di Kabinet Jokowi Jilid 2.

"Kalau kandidat kuatnya Jenderal Tippe, saya doakan dan saya dukung, Indonesia akan lebih baik jika punya Menhan sekelas beliau,” ungkap Salim.

 

Baca juga:  PKB: Mayoritas Fraksi Dukung Bamsoet

 

Alasannya, karena Syarifudin punya koneksi luas.

"Kemampuan lobinya juga bagus, paham strategi pertahanan dan bela negara, serta seorang akademisi yang terbiasa berpikir komprehensif. Jadi baguslah kalau beliau dipilih Pak Jokowi jadi Menhan," katanya.

Terkait dengan politik pertahanan Indonesia ke depan, bahwa sebagai negara dengan jumlah militer yang besar, Indonesia harus terus menerus membangun kemampuan pertahanannya dengan baik, serius, dan menjadikan dirinya sebagai negara yang kuat dari sisi militer, alutsista yang modern, dan industri pertahanan yang lengkap dan strategis.

Profesor Salim juga menyatakan TNI harus terus menerus latihan berperang, meningkatkan kemampuan perangnya dengan baik, membangun kemampuan intelijen dan industri pertahanan dengan baik, sehingga Indonesia bisa menjadi negara kuat dan tidak dipandang remeh oleh negara lain.

Ia menambahkan, Menhan ke depan harus punya koneksi luas, dapat meyakinkan pihak luar akan kekuatan nasional Indonesia, serta mampu membangun strategi pertahanan nasional menjadi lebih baik. "Saya rasa Jenderal Tippe punya kemampuan itu," katanya lugas. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More