Jumat 04 Oktober 2019, 00:11 WIB

Pelajar Dusun Babakan Kadu dan Wangun tak Lagi Menantang Bahaya

Dede Susianti | Nusantara
Pelajar Dusun Babakan Kadu dan Wangun tak Lagi Menantang Bahaya

MI/Dede Susianti
TMMD di Dusun Babakan Kadu dan Wangun

 

KISAH anak-anak warga Dusun/Kampung Babakan Kadu dan Kampung Wangun menantang bahaya pergi ke sekolah dengan menyeberangi sungai masih melekat di ingatan Adih Hidayat, 60, Kepala Dusun Babakan Kadu dan Wangun.

Kampung Babakan Kadu dan Kampung Wangun adalah dua kampung di Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjungsari, paling ujung bagian timur Kabupaten Bogor.

Adih yang ditemui Media Indonesia di rumahnya menyebutkan, secara keseluruhan dari 2 dusun itu ada 400 lebih kepala keluarga. Umumnya warganya bekerja sebagai petani (lahan milik sendiri) dan buruh tani. Rata-rata penghasilan per hari Rp25 ribu.

Dia menuturkan, siswa sekolah dasar (SD) dan menengah pertama (SMP) berjalan kaki sekian kilometer untuk menuntut ilmu. Jika hujan turun dan air sungai deras, terpaksa mereka meliburkan diri.

Belakangan, warga tertolong dengan adanya jembatan bambu yang dibuat swadaya. Namun itu pun hanya bisa dilalui dengan jalan kaki karena kondisi kurang memadai.

Baca juga : TMMD Jadi Kekuatan Memajukan Desa

Sementara itu, sekolah yang bisa diakses hanya PAUD, SD Inpres, dan SMP yang lokasinya ada didekat Kantor Desa Buana Jaya. Sedangkan untuk SMA adanya di desa tetangga, Desa Serna.

Dengan jarak tempuh cukup jauh, untuk bisa sampai sana, biaya ongkosnya Rp30 ribu untuk pelajar. Sedangkan bagi warga biasa atau dewasa sebesar Rp50 ribu.

Di wilayah tersebut tidak ada layanan angkutan umum selain ojek. Warga harus menyewa secara kolektif kendaraan roda empat untuk pergi jauh.

Jarak tempuh lebih panjang lagi dan biaya lebih besar harus mereka tanggung untuk berbelanja ke pasar tradisional memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pun demikian untuk mengakses pusat kesehatan atau rumah sakit.

Untuk rumah sakit di wilayah timur Kabupaten Bogor ada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi dan beberapa rumah sakit swasta. Itu harus melewati puluhan km dengan melewati tiga kecamatan yakni Kecamatan Cariu, Kecamatan Jonggol dan Kecamatan Cileungsi atau tepatnya ke Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

Posisi Desa Buana Jaya, sebenarnya lebih dekat ke Cianjur. Namun akses selama ini hanya jalan setapak yang membentang di bebukitan. Panjangnya sekitar 2,7 km dari Dusun Babakan Kadu ke Talaga, Desa Gunung Herang, Cikalong Kulon, Cianjur.

Kini jalan itu terbuka lebar. Akses untuk Buana Jaya kini menjadi mudah. Jalan itu kini bisa dilalui mobil dan menembus Cianjur. Warga Cianjur pun kini dengan mudah menuju Kabupaten Bogor.

Mereka bisa membawa dan menjual hasil bumi ke Tanjungsari, Cariu, Jonggol dengan jarak tempuh pendek dan biaya lebih murah.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang membuka akses tersebut. Melalui program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa), bebukitan yang banyak ditumbuhi pohon jenjeng dan karet itu dibuka. Jalan selebar 7 meter membentang sepanjang 2,7 km menembus Cianjur.

Dandim 0621/Kabupaten Bogor Letkol Inf Harry Eko Sutrisno menuturkan, kegiatan TMMD di Buana Jaya itu berawal dari musrenbang (musyawarah rencana pembangunan) mulai dari tingkat desa.

Dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, hasil musrenbang tingkat desa dibawa ke tingkat kecamatan dan kemudian ke tingkat kabupaten. Setelah melalui kajian, diputuskan Buana Jaya dari 45 desa di Kabupaten Bogor yang masih tertinggal.

"Jadi ini hasil permintaan masyarakat desa. Anggaran dari pemda atau APBD setelah melalui pembahasan dan disetujui DPRD barulah bantuan ke kodim untuk kerjasama program TMMD,"tutur Harry

Sebenarnya, lanjut Harry, Kecamatan Tanjungsari sudah mengajukam permohonan itu beberapa tahun lalu. Namun baru terealisasi tahun ini.

"Kita sudah ke Rumpin, Sukajaya. Bergantian-lah. Tidak hanya Bogor Barat yang tertinggal, tapi di sisi timur pun banyak. Karena memang masyarakat membutuhkan. Jadi kita bangun di sini,"pungkas Harry.

Sebanyak 150 personel TNI gabungan dari Komando Distrik Militer 0621/ Kabupaten Bogor, pasukan batalyon 310,  Armed 13, dari Lanud Atang Sandjaya (ATS) serta Kostrad turun dan bergerak.

Baca juga : Dandim Klaten Cek Lokasi TMMD di Desa Jimbung

"Batalyon yang terdekat di sana ikut. Mereka menginap di sana. Pasukan bersama masyarakat tidur di sana, makan di sana, dan pagi-pagi kerja sama-sama,"tutur Pasi Teritorial Kodim 0621/Kabupaten Bogor, Kapten Tumbur Marbun.

Lebih lanjut dia menuturkan, proses pembukaan jalan itu memakan waktu dua minggu. Kini atau tepatnya mulai Rabu (2/10) hingga tanggal 30 Oktober mendatang, pengerjaan akan dilakukan dengan pengerasan dan diakhiri dengan hot mix.

"Sekarang desa Buana Jaya itu bisa tembus Cianjur dan menyambung ke Kabupaten Purwakarta. Harapan kita Cianjur juga bisa melakukan TMMD-nya agar terhubung. Mungkin nanti tingkat pimpinan, dandim dan bupati bisa koordinasi,"katanya.

Selain membuka dan membangun jalan raya, TMMD yang ke-106 itu juga membuat lapangan sepak bola, membangun beberapa MCK (mandi cuci kakus), mushola dan beberapa poskamling (pos keamanan keliling). Kemudian untuk non fisiknya dilakukan juga pembinaan, penyuluhan dan pembekalan wawasan kebangsaan.

Warga pun bersuka cita. Mereka bersyukur dan berterimakasih. Mereka berharap dengan adanya akses jalan raya, perekonomian di kampungnya pun berubah.

"Sekarang sudah dibuka, kami senang, bahagia. Jadi bisa ramai, makanya bersyukur sekali,"kata Entin,50, warga RT4/RW 4 Kampung Babakan Kadu. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More