Jumat 04 Oktober 2019, 00:25 WIB

Nostalgia Cita Rasa dan Jajanan Era 90-an

Dero Iqbal Mahendra | Ekonomi
Nostalgia Cita Rasa dan Jajanan Era 90-an

MI/Dero Iqbal Mahendra
Berbagai jajanan dan mainan di era ‘90-an, tersedia di Festival Rame-Rame Jajan Kuliner di Tangcity Mall.

 

BERBAGAI jajanan dan mainan di era 1990-an, seperti berondong jagung, kue satu hingga permainan halma tersedia di Festival Rame-Rame Jajan Kuliner di Tangcity Mall.

BAGI generasi yang tumbuh besar pada era 1990-an tentu memiliki berbagai kenangan yang menyenangkan saat masih dipenuhi dengan berbagai jajanan dan juga mainan yang khas. Generasi ini lebih banyak bermain di luar rumah karena belum mengenal video game dan smartphone layaknya generasi milenial.

Kini para generasi 90-an dapat menuangkan nostalgia akan jajanan serta makanan khas era mereka dengan menghadiri festival kuliner tahunan Rame-Rame Jajan Kuliner yang digelar Tangerang City (Tangcity) Mal di Jalan Jenderal Sudirman No 1 Cikokol, Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten. Tahun ini, festival mengangkat tema Rindu Rasa Lama yang digelar mulai 19 September hingga 13 Oktober 2019.

Sejumlah jajanan dan mainan khas era 90-an terlihat dijajakan pada festival itu. Misalnya, kembang gula atau yang dikenal sebagai gulali. Gulali ini sangat khas dengan warna merah dan hijaunya yang dulu sering ditemui di depan gedung sekolah dasar dan SMP.

Kembang gula ini sangat khas karena dibuat saat masih panas dan berbentuk dodol kenyal yang kemudian langsung dibentuk menjadi beragam bentuk. Mulai dari bunga, burung kecil, dan bentuk kreatif lainnya sesuai dengan kreativitas pedagang yang menjual.

Dadang, pedagang gugali yang ditemui mengaku sudah 10 tahun berjualan gulali dan harum manis. Menurut dia, untuk membuat jajanan ini diperlukan skill khusus. Harga gulali itu dijual Rp10 ribu per buah.

"Jajanan saya banyak yang beli, rata-rata orang tua. Mereka ingin bernostalgia saat makan gulali ketika masih sekolah dulu," jelas Dadang.

Dalam festival tersebut juga ditemui gerai yang khusus menjual pernak-pernik, mainan hingga jajanan makanan ringan khas era 90-an. Gerai Judal Jadul salah satunya, gerai ini menjual berondong jagung, kue satu, cokelat Chocho, permen Super Zuper, Anak Mame, hingga permen karet legendaris Yosan. Selain itu juga terdapat berbagai mainan khas 90-an, seperti ludo, halma, ular tangga, monopoli, kapal minyak sayur, flaying gliders, dan banyak mainan lainnya.

Delia Oktafiani, penjual gerai Judal Jadul, mengatakan untuk harga produknya dijual bervariatif, mulai dari Rp5.000 untuk permen dan cemilan hingga Rp150 ribu untuk teko kaleng. Ia menjelaskan produknya yang dijual berasal dari toko di Kebun Raya Bogor.

"Mereka yang datang ke gerai saya senang dan ingin bernostalgia dengan pernak-pernik yang ada," ungkapnya.

Hal itu juga diakui pengunjung. "Saya senang dengan adanya festival ini. Saya bisa bernostalgia dengan makanan dan mainan-mainan ketika saya masih sekolah dulu," tutur Hendra.

 

Tema berbeda

Building Manager Tangcity Mall Wina Andriyani menjelaskan event ini digelar setiap tahun dengan tema baru dan unik. "Kami selalu berupaya mengangkat tema yang berbeda setiap tahunnya tanpa melupakan semangat menebarkan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam nuansa 90-an ini, Rame Rame Jajan Kuliner dengan Tema Rindu Rasa Lama dikemas agar pengunjung bernostagia dengan kuliner, musik, wahana permainan, perlombaan hingga dekorasi 90-an sembari berbagi dengan adik-adik pejuang kanker," tutur Wina.

Dalam acara itu, Tangcity Mall juga mengajak pengunjung berpartisipasi dalam event Berpacu dalam Melodi sebagai acara televisi yang sangat terkenal pada era 90-an. Acara itu akan berlangsung pada 12 Oktober 2019.

Selama festival terdapat juga acara band competition dan break dance kompetition dengan kategori one on one battle. Festival itu juga menyediakan wahana pasar malam dengan berbagai permainan yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Mulai dari bianglala, kereta-keretaan hingga yang terunik permainan human claw, yakni permainan dengan menggunakan tali. (S-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More