Kamis 03 Oktober 2019, 23:20 WIB

AirNav Perkuat Sistem Navigasi Kertajati

MI | Ekonomi
AirNav Perkuat Sistem Navigasi Kertajati

MI/Atalya Puspa
Kepala AirNav Unit Kertajati Mukhlisin dan ATC

 

PERUSAHAAN Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau yang dikenal dengan AirNav Indonesia mengebut pengerjaan pemasangan sistem navigasi baru di Bandara Kertajati, Jawa Barat.

Kepala AirNav Unit Kertajati Mukhlisin mengatakan pemasangan sistem navigasi baru tersebut bernilai Rp32 miliar.

"Biayanya cukup besar guna memaksimalkan keselamatan pada penerbangan," ujarnya di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, kemarin.

Sistem navigasi baru yang akan dipasang ialah instrument landing system (ILS) yang terdiri atas localizer dan glide path yang diharapkan sudah dapat beroperasi pada akhir Oktober ini.

"Peralatan navigasi itu yang berfungsi untuk memberikan informasi mengenai arah kepada pilot saat mendekati landasan dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Itu untuk mempermudah pilot mendarat," kata Mukhlisin.

Selain pemasangan ILS, AirNav juga tengah bersiap memasang sistem navigasi lainnya, yakni doppler VHF omni-directional range (DVOR).

DVOR merupakan alat bantu navigasi udara yang dapat memberi informasi arah kepada pilot saat berada di udara dengan bandara.

"Saat ini on progress. ILS sebentar lagi selesai dan DVOR akan selesai pada Februari 2020," imbuh Muklisin.

Meski kedua sistem navigasi itu belum terpasang, sambungya, bukan berarti Bandara Kertajati saat ini belum punya sistem navigasi yang canggih.

Saat ini Air Traffic Controller (ATC) Bandara Kertajati menggunakan performance based navigation (PBN) sebagai pendukung penerbangan saat menghadapi cuaca buruk.

Kepala Air Traffic Controller AirNav Unit Kertajati Alfonsus Samosir mengungkapkan saat ini pihaknya siap melayani navigasi penerbangan untuk segala jenis pesawat. Namun, pengembangan sistem navigasi terus dilakukan untuk meningkatkan jamin-an keselamatan penerbangan. (Ata/E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More