Kamis 03 Oktober 2019, 20:22 WIB

Polisi Tangkap Dua Orang terkait Penganiayaan Ninoy Karundeng

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Polisi Tangkap Dua Orang terkait Penganiayaan Ninoy Karundeng

MI/Tosiani
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

 

POLISI Daerah Metro Jaya mengamankan dua pelaku yang diduga menganiaya pegiat media sosial Ninoy Karundeng. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono.

"Tadi malam kita mengamankan dua yang diduga pelaku. Yang kita amankan yaitu inisial RF dan S. Kita amankan dan sekarang dalam pemeriksaan," kata Argo di Markas Polda Metro Jaya, Kamis (3/10).

Penangkapan dua orang tersebut merupakan buntut dari laporan Ninoy ke Polda Metro Jaya yang dilakukannya pada Rabu (2/10) kemarin. Ninoy melaporkan dirinya atas tindakan pengeroyokan dan penganiayaan.

Saat ini, dua orang yang di tangkap di Jakarta tersebut masih dalam proses pemeriksaan. Argo belum mau membeberkan peran dari masing-masing pelaku.

"Selesai saja belum (mereka) diperiksa. Jadi bertahap, diperiksa dulu (setelah) selesai baru kita baca seperti apa motifnya," ucap Argo.

Argo sempat menyebut bahwa salah satu di antara kedua pelaku tersebut berasal dari salah satu organisasi masyarakat. Namun dirinya tidak menyebut nama ormas yang dimaksud.

Sebelumnya, Ninoy diculik oleh sejumlah orang saat berada di tengah aksi unjuk rasa di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat pada Senin (30/9).

Media sosial sempat dihebohkan oleh beredarnya video berisi presekusi yang dilakukan sejumlah orang terhadap Ninoy. Dalam video itu, ia dihujani pertanyaan seputar keterlibatannya sebagai relawan Jokowi. Pria yang menginterogasi Ninoy dalam video tersebut bahkan sempat nada ancaman.

"Ngaku enggak! Aku paling mudah diajak ngomong baik-baik dan paling cepat emosi kalau enggak ngomong baik-baik," ucap pelaku dalam video.

Ninoy lantas diantar pulang oleh pelaku ke rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB, Selasa (1/10). (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More