Kamis 03 Oktober 2019, 20:08 WIB

Infrastruktur Darat Belum Memadai, Bandara Kertajati Masih Sepi

Atalya Puspa | Nusantara
Infrastruktur Darat Belum Memadai, Bandara Kertajati Masih Sepi

MI/Atalya Puspa
Kepala AirNav Unit Kertajati Mukhlisin dan ATC dari Bandara Kertajati

 

MESKI sudah diresmikan Presiden Joko Widodo sejak 24 Mei lalu, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati masih cenderung sepi, bahkan jumlah penerbangan ke BIJB terus menurun dan sering mengalami beberapa kali pembatalan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala AirNav Unit Kertajati Muksin, sepinya penerbangan di Bandara Kertajati disebabkan karena belum optimalnya infrastruktur darat yang tersedia.

Saat ini, untuk menuju Bandara Kertajati dari Bandung, masyarakat harus melakukan perjalanan selama kurang lebih 2 jam dengan jarak mencapai 165 Km

"Kertajati sepi mungkin karena infrastruktur darat yang masih dianggap kurang memadai," kata Muksin di Bandara Kertajati, Jawa Barat, Kamis (3/10).

Muksin menyebut, sejak Juli 2019 hingga Oktober 2019 penerbangan di Kertajati terus mengalami penurunan, dari 28 take off landing, menjadi 22 take off landing.

Baca juga : Emil Dedikasikan Bandara Kertajati Jadi Bandara BJ Habibie

Dirinya mengungkapkan, beberapa penerbangan yang dibatalkan disebabkan oleh berkurangnya demand penumpang yang berangkat dari Kertajati. Akibatnya, beberapa penerbangan melakukan pembatalan setelah beberapa kali beroperasi.

"Di sini awalnya tuh 28 penerbangan take off landing per hari. Maskapainya itu Citilink, Loin, Transnusa, Garuda. Sekarang ini yang ada yang eksis hanya Lion Air dan Air Asia," tuturnya.

Namun, Muksin optimistis Bandara Kertajati akan menjadi pilihan penumpang untuk terbang setelah Tol Cisumdawu beroperasi pada 2020 mendatang.

"Jadi kita harapkan nantinya saat Tol Cisadawu rampung, penumpang yang dari Bandung bisa beralih ke sini, karena jarknya hanya 40 menit," ujarnya.

Air Traffic Controller AirNav Unit Kertajati Alfonsus Samosir menambahkan, saat ini pihaknya sendiri telah memiliki sistem navigasi yang memadai untuk mendukung penerbangan semua jenis pesawat.

"Kita sebenarnya sudah siap penerbangannya. Sudah siap untuk seluruh jenis pesawat yang basic PBN. Kita juga sedang merampungkan sistem navigasi instrumen landing system (ILS) dan DVOR (Doppler VHF Omni-directional Range)," tandasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More