Kamis 03 Oktober 2019, 16:42 WIB

Bea Cukai Jaga Api Nasionalisme Generasi Milenial Lewat Seminar

mediaindonesia.com | Ekonomi
Bea Cukai Jaga Api Nasionalisme Generasi Milenial Lewat Seminar

DOK BEA CUKAI
Mantan artis cilik dan seorang penerima beasiswa S2 LPDP, Tasya Kamila (kanan) hadir sebagai pembicara bersama Dirjen BC Heru Pambudi.

 

Bea Cukai gelar seminar kebangsaan bertajuk ‘Kesadaran Kebangsaan Nasional’ yang khusus ditujukan untuk meningkatkan dan menjaga api nasionalisme dan rasa kebangsaan di dalam diri para pegawai muda Bea Cukai.

“Jika kita melihat komposisi pegawai Bea Cukai, dari 16.555 orang pegawai Bea Cukai, 73%-nya adalah generasi milenial yang hari ini kita sebut sebagai patriot muda Bea Cukai. Kami berharap generasi muda inilah yang menjadi motor untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi.

Acara ini merupakan kelanjutan dari seminar sejenis yang telah digelar pada 11 September 2019 lalu. Seminar ini bertajuk ‘Aparatur Sipil Negara sebagai Bagian dari Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa’ yang diikuti para pejabat Bea Cukai.

“Langkah-langkah yang kami tempuh untuk menjaga kesatuan bangsa, dalam kaitannya dengan pengembangan sumber daya manusia adalah dengan mengadakan customs on boarding programme untuk para pegawai baru, diklat kesamaptaan, pembinaan mental, bakti sosial, serta menjalankan sistem pemantauan gaya hidup dan media sosial,” jelas Heru.

Selain mendengarkan paparan terkait tanggung jawab generasi muda dan tantangan yang dihadapi dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, yang menjadi keynote speaker dalam acara ini, para peserta seminar juga mengikuti talkshow yang menghadirkan mantan artis cilik dan seorang penerima beasiswa S2 LPDP, Tasya Kamila.

Tasya mengungkapkan pentingnya mengejar pendidikan. “Satu pesan yang saya ingat dari almarhum ayah saya, yaitu harta bisa habis, tetapi tidak dengan ilmu. Hal itu yang memotivasi saya untuk mengejar pendidikan.” (RO/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More