Kamis 03 Oktober 2019, 16:24 WIB

Menristekdikti: Program PPBT Sukses Hasilkan 404 Produk Inovasi

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Menristekdikti: Program PPBT Sukses Hasilkan 404 Produk Inovasi

MI/Akhmad Safuan
Menristekdikti M Nasir

 

MENTERI Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengungkapkan sejak 2015 hingga 2019 telah terlahir sekitar 1.307 startup di Indonesia. Sedangkan jumlah startup dari program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Kemenristekdikti telah menghasilkan 404 produk inovasi.

Sebanyak 13 produk inovasi di antaranya telah tergolong mature atau sukses dengan total pendanaan Rp4,5 miliar dan omzet mencapai Rp120 miliar.

"Dari jumlah itu, yang namanya tenant itu tidak semua bisa menjadi mature. Mungkin ada yang sukses, di antaranya omzetnya di atas Rp1 miliar," ujar Mohamad Nasir dalam sambutannya di acara Inovator Inovasi Indonesia Expo (I3E) 2019 di JCC, Jakarta, Kamis (3/10).

Baca juga: PMA 2019 Diikuti 100 Karya Inovasi dari 50 Perguruan Tinggi

Menristekdikti mengatakan tidak semua produk inovasi dapat berkembang dan sukses. Oleh karena itu, pihaknya akan terus konsisten mendorong para inovator agar dapat mengikuti jejak 13 tenant yang sudah mature.

"Kalau tahun 2015 sampai 2019 mencapai 1.307 produk inovasi, di tahun 2024 harus sampai di angka 4.500 hingga 4.900. Kalau bisa mencapai angka itu, yang akan mature paling tidak di angka 150, ini penting dan perlu kita siapkan," tuturnya.

Nasir pun mengungkapkan penghasilan para inovator yang sudah sukses bisa mencapai Rp25 juta setiap bulannya. Jumlah ini bahkan lebih tinggi dibandingkan penghasilan aparatur sipil negara (ASN).

"Kalau omzetnya Rp1 miliar ke atas, anggaplah keuntungannya adalah 30% sampai 40%, ini berarti Rp300 juta. Kalau kita pecah menjadi tiap bulan itu Rp22 atau Rp25 juta. Pendapatannya PNS di Ristekdikti nggak ada Rp25 juta, hanya Rp5 juta sampai Rp7 juta. Ini yang luar biasa, oleh karena itu dorongan riset sangat penting," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More