Kamis 03 Oktober 2019, 14:14 WIB

PKS Setuju Hindari Sistem Voting untuk Ketua MPR

Putra Ananda | Politik dan Hukum
PKS Setuju Hindari Sistem Voting untuk Ketua MPR

MI/Susanto
Ketua Fraksi PKS MPR Tifatul Sembering

 

PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) setuju untuk menghindari proses voting dalam pemilihan Ketua MPR periode 2019-2045. Ketua Fraksi PKS MPR Tifatul Sembering menjelaskan MPR mengutamakan metode musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan.

"Jadi gini, MPR ini beda dengan DPR. Sedapat mungkin musyawarah mufakat, jangan sampai ada voting ya, kalau menurut saya," ujar Tifatul saat ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/10).

Bursa nama calon ketua MPR telah mengerucut ke dua nama yakni Bambang Soesatyo dari Fraksi Golkar dan Ahmad Muzani dari Fraksi Gerindra. Tifatul mengaku, hingga saat ini PKS belum menentukan sikap terkait dua nama tersebut.

"Jadi sekarang kan tinggal kedua orang itu, nanti kita musyawarah mufakatkan di dalam," tuturnya.

Baca juga: Dinamika Ketua MPR, NasDem Siap Memimpin dan Dipimpin

Sampai saat ini, Bamsoet telah didukung oleh 5 partai koalisi pengusung Jokowi yakni PDIP, NasDem, Golkar, PKB dan PPP. Sementara Muzani baru mendapat dukungan dari Gerindra. Empat partai lain termasuk PKS belum menentukan sikapnya. Begitupun dengan DPD yang juga belum menentukan sikap dan arah dukungannya untuk pemilihan Ketua MPR.

"Sebab kalau di voting-voting kalau kira-kira udah jelas menang si A misalnya atau si B, terus kita ngotot voting juga nanti kan malu ya, padahal nuansa di MPR ini karena kita lebih kepada konstitusi, undang-undang dasar negara Republik Indonesia 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka jadi nuansanya dibuatlah nuansa yang tidak tegang gitu loh," jelas Tifatul.

Tifatul menjelaskan, kedua nama yang muncul merupakan sosok yang sama-sama kredibel untuk mengisi kursi ketua MPR. Pengalaman Bamsoet sebagai Ketua DPR tidak perlu diragukan. Begitu pun dengan Muzani yang sudah lama berada di Gerindra.

"Keduanya sama-sama baik," ujarnya.

Sementara itu, PKS sendiri telah menunjuk Hidayat Nur Wahid untuk kembali menjabat sebagai pimpinan MPR. Tifatul menilai HNW memiliki pengalaman yang tepat untuk memimpin MPR kembali.

"Jadi yang jelas saya juga ingin ungkapkan disini bahwa Wakil Ketua MPR dari PKS itu Doktor Hidayat Nur Wahid, itu udah sepakat. yang sepakat-sepakat dulu ya, yang belum sepakat jangan diomongin dulu," tegasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More